JawaPos Radar | Iklan Jitu

Siswi SMA 14 Pekanbaru Tewas Tertimpa Tembok

14 November 2018, 11:20:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Sekolah Ambruk
Petugas Damkar Pekanbaru sedang mengevakuasi korban dan sepeda motor yang tertimpa reruntuhan tembok SDN 141 Pekanbaru, Rabu (14/11). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Runtuhnya tembok Sekolah Dasar Negeri (SDN) 141 Pekanbaru, Riau, memakan korban jiwa. Insinden terjadi Rabu (14/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Satu orang dikabarkan tewas. Adalah siswi kelas 3 SMA 14 Pekanbaru Yanitra Octavizoli. Perempuan 17 tahun tersebut tewas setelah tertimpa tembok SDN di Jalan Abidin, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau.

Selain Yanitra, ada beberapa orang lain yang mengalami luka. Di antaranya William Maleaki, 7, siswa kelas V SDN 141; Rasyad Agus Triono F, 11, siswa kelas V SDN 048 Pekanbaru. Rasyad merupakan adik kandung Yanitra. Saat ini, korban dirawat di rumahnya. Kemudian 2 warga mengalami luka ringan, yakni Rahma, 32, dan Marwan, 42.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, petugas sudah berada di lokasi untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP). "Ya, benar. Anggota sudah di sana untuk cek TKP dan memeriksa saksi-saksi," kata Susanto.

Susanto juga membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden nahas ini. "Dari 5 korban yang dirujuk ke rumah sakit, kami baru mendapat kabar satu meninggal dunia. Usiannya 17 tahun. Dia mengantarkan (adiknya sekolah). Saat ini di RS Syafira," sebutnya.

Kini, polisi masih fokus dalam upaya penyelamatan para korban. Polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru terkait peristiwa tersebut.

"Pertama, pagar yang tidak layak memungkinkan timbulnya korban kembali. Sore ini akan kami buka. Kemudian kebijakan keamanan dari stakeholder lain," tukas Susanto.

Sementara itu, 5 unit sepeda motor para korban yang tertimpa reruntuhan akan dijadikan barang bukti pihak kepolisian guna melakukan penyelidikan. "Apakah perbuatan ini melawan hukum atau ada unsur kelalaian, biar proses penyelidikan yang akan bekerja. Kami akan menyimpulkan siapa yang harus bertanggung jawab," ucap Susanto.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up