alexametrics

Satpol PP Bersihkan Sisa PKL Gembong yang Masih Nekat Berjualan

14 November 2018, 18:47:14 WIB

JawaPos.com– Pemkot Surabaya masih terus mengawasi dan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kapasari II hingga Jalan Gembong Tebasan, Kamis (14/11). Mereka berusaha mencegah agar para PKL tidak kembali berjualan di pinggir jalan.

Sejak pukul 07.00 WIB, 42 personil Satpol PP menyebar di sepanjang Jalan Kapasari II. Informasi yang diterima JawaPos.com, mereka menggiring 5 hingga 10 lapak pedagang ke Sentra PKL Gembong Asih.

Danton Jarko Satpol PP Surabaya Mario Sumaryono mengatakan, penertiban itu dilakukan agar PKL tidak kembali berjualan di pinggir jalan. Apalagi, sampai berjualan diatas saluran air. 

Pertimbangannya jika saluran air sudah bebas dari PKL, pemkot akan mudah melakukan pengerukan selama musim hujan tahun ini. Selain itu, penertiban tersebut juga dalam rangka memberi ruang bagi warga penghuni pemukiman dan pedagang di Jalan Kapasari II. 

Sing penting ojok dodolan nang kene, demi keadilan (yang penting jangan jualan lagi di sini). Karena, berjualan diatas saluran ini adalah pelanggaran,” kata Sumaryono kepada JawaPos.com di Jalan kapasari II, Kamis (14/11). 

Salah seorang warga asli Jalan Kapasari II bernama Muhammad Yunus, 58, mengungkapkan hal yang sama. Toko servis alat rumah tangga elektronik sepi pelanggan. 

Sejak 2000 lalu, PKL yang berjualan alat elektronik selalu membuka lapak di depan rumahnya. Biasanya, mereka mendirikan lapak mulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB. 

“Sekarang pun masih sepi. Karena ada ricuh kemarin lusa (Senin). Tapi, ya lihat saja nanti. Mungkin keadaan bisa normal lagi. Tapi, saya senang kalau PKL ditertibkan,” kata Yunus. 

Dia berharap, pemkot tidak hanya memindahkan mereka ke Sentra PKL Gembong Asih. Yunus berharap ada langkah kongkret dari pemkot terkait pembinaan PKL di sentra tersebut

“Jangan cuman dipindah saja. Optimalkan, bagaimana supaya (dagangannya) laku. Supaya nggak kembali lagi dagang di pinggir jalan,” harapnya.

Salah seorang warga lainnya, Muhammad Marzuki, 76, setuju dengan relokasi para pedagang tersebut. Namun dia berharap agar pemkot menuntaskan pembangunan Sentra PKL Gembong Asih yang memang belum rampung 100 persen.

“Sebenarnya, mereka nggak ingin balik lagi. Tapi pemkot belum menyelesaikan proyek bangunan sentranya, kalau PKL-nya dipindahkan, ya amburadul. PKL segitu banyak, mana muat,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan PKL melawan sekitar 30 pertugas Satpol PP, Senin malam (12/11). Mereka menolak ditertibkan. Akibatnya, satu unit truk milik Satpol PP rusak akibat amuk para PKL.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)

Satpol PP Bersihkan Sisa PKL Gembong yang Masih Nekat Berjualan