JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polisi Berhasil Kembangkan Peredaran 2,2 kg Sabu-sabu Milik Leonardo

14 November 2018, 20:35:02 WIB | Editor: Dida Tenola
Polisi Berhasil Peredaran 2,2 kg Sabu-sabu Milik Leonardo Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Setelah menangkap Leonardo Christian, 20, Rabu lalu (24/10), polisi berhasil mengembangkan kasus peredaran 2,2 kg sabu-sabu dan 4.100 butir ineks. Polisi meringkus kurirnya yang bernama Imam Santoso, warga Dukuh Kupang.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, polisi menyita 4,7 kg sabu-sabu, 7700 butir ekstasi, 36 kapsul isi bubuk ekstasi, dan 18,7 gram ganja atas penangkapan Imam. Totalnya, hampir 9 kg sabu-sabu dan lebih dari 10 ribu butir pil ekstasi dan inex. 

"Dia ini dikendalikan oleh jaringan narkoba dari salah satu lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Madiun. Barang haramnya sendiri kami duga berasal dari DKI Jakarta. Tapi, anggota kami masih mendalami lagi kasus ini," kata Luki di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (14/11). 

Jaringan tersebut mengedarkan narkobanya di perkotaan yang cukup padat penduduk. Salah satunya, di Surabaya.

Luki mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para tokoh agama, agar mewaspadai bahaya peredaran narkoba. Sebab, peredarannya sendiri, terdeteksi melalui jalir laut, darat, dan udara. 

"Kami sosialisasikan juga ke sekolah-sekolah. Hasilnya, kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba cukup tinggi," imbuh jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu, Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Indra Mardiana mengatakan, saat polisi menangkap Imam, sudah 250 gram sabu yang terjual. Tanpa menyebut berapa nilainya, Imam menggunakan sistem telepon sekali pakai. 

Maksudnya, pembeli atau sang bandar yang berinisial BY akan menelepon Imam, ke mana barang haram akan dikirim. Setelah memberi tahu alamat pengiriman yang dituju, Imam lalu menutup dan membuang ponselnya. 

"Dia nggak tahu sistem ranjau. Dia juga belum sempat menerima imbalan apapun dari si bandar. Tapi, si bandar menjanjikan akan membelikan rumah," kata Indra. 

Indra menjelaskan, hasil penyidikan sementara, Imam mengedarkan baramg haramnya di Surabaya saja. Terutama di kawasan Dukuh Pakis. Imam sendiri juga hanya seorang pengedar, bukan pemakai. "Hasil tesnya, negatif," jelasnya.

Tak hanya menangkap Imam dan Leonardo. Polisi juga telah membekuk 6 tersangka lain atas kasus yang sama. Mereka adalah Amir Mukhlis, 41, warga Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo; M. Mahid, 19, warga Jalan Hasanuddin, Pasuruan; Priyo Susanto, 36; Erika Septiana, 26, warga Jalan Krukah Lama; Ahmadi Safar, 41, warga Banyuwangi; dan Irawati, 44, warga Jalan Sunan Drajat, Lamongan. Polisi menyita 6,3 kg sabu-sabu dari tangan para tersangka itu.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up