alexametrics

Gandeng PC NU Banyuwangi, Kapolri: Kejar Target 70 Persen Vaksinasi

14 Oktober 2021, 20:00:55 WIB

JawaPos.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus meninjau serbuan vaksinasi. Kali ini, pimpinan tertinggi TNI-Polri itu berada di Banyuwangi. Di kabupaten paling ujung timur pulau jawa itu, serbuan vaksinasi dilaksanakan bersana PC NU Banyuwangi di RSNU Mangir, Kamis (14/10).

Serbuan vaksinasi itu merupakan inisiasi TNI-Polri dan PC NU Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 45 titik dan 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Lokasi utama pelaksanaan kegiatan Serbuan Vaksinasi ini adalah RS NU Mangir, sedangkan di kecamatan lain di masing-masing Puskesmas. Total target vaksinasi sebanyak 16.000 dosis suntikan.

Kapolri Sigit mengatakan, sinergitas dengan PC NU Banyuwangi dan stakeholder lainnya untuk mengejar target vaksinasi sebesar 70 persen yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Terkait vaksinasi harus kami tingkatkan dan percepat. Sehingga yang diharapkan Bapak Presiden minimal 70 persen bisa tercapai,” kata Sigit dalam jumpa pers usai meninjau serbuan vaksinasi.

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, untuk mencapai target tersebut harus dilakukan suntikan vaksin sehari sebanyal dua juta dosis. Untuk mencapai angka itu, Sigit menyebut, perlu adanya sinergitas dengan seluruh pihak untuk bersatu padu menciptakan kekebalan komunal.

“Jadi target kami, bagaimana dalam satu hari bisa dilaksanakan dua juta vaksinasi untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan ini perlu kerja keras kita semua, gabungan dari seluruh tenaga vaksinator untuk bersama-sama bersinergi, bersatu padu, sehingga target pencapaian ini bisa tercapai dan ini tentunya harapan kita semua,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Akselerasi vaksinasi, perlu dilakukan karena saat ini pemerintah telah memberikan kelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. Nah, pelonggaran yang ada harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) serta akselerasi vaksinasi.

Dengan begitu, menurut Sigit, potensi laju pertumbuhan Covid-19 tidak terjadi di tengah kelonggaran yang ada. Seperti diketahui, Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus harian yang cukup tinggi. Namun, sekarang lebih terkendali dan diperlukan upaya maksimal untuk menghindari adanya lonjakan kembali.

Lebih lanjut Sigit menyebut, penanganan dan pengendalian Covid-19 Indonesia berada di peringkat pertama untuk kawasan Asia Tenggara. Sebab itu, tren positif tersebut harus dipertahankan dengan kerja sama dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat bersama dengan Pemerintah.

“Ini harus dipertahankan. Ketika aktivitas masyarakat mulai kembali normal, kita harus menjaga angka Covid-19 jangan sampai naik kembali. Bagaimana caranya? mau tak mau kita harus melaksanakan prokes yang ketat,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menyinggung soal penanganan terhadap kontingen yang selesai bertanding di PON ke-XX Papua. Pemda harus menyiapkan karantina yang tepat guna menghindari terjadinya klaster baru dari hal tersebut.

“Oleh karena itu saya titip juga ke pemda, official, dan atlet yang kembali pasca-PON tetap laksanakan prokes. Karantina, dites, di-PCR lagi,” papar Sigit.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri juga menyapa Puskesmas di Banyuwangi secara virtual. Dalam interaksinya itu, Sigit berharap sinergitas TNI, Polri, dan seluruh pihak untuk terus dipertahankan.

“Pesan kami walaupun kegiatan vaksinasi rata-rata di atas 58 persen, namun prokes tetap dilaksanakan. Sebentar lagi kita menghadapi hari-hari besar, libur panjang,” kata Sigit.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads