JawaPos Radar

Imigrasi Mataram Tangkap 3 WNA Spanyol dan Australia

14/10/2017, 08:55 WIB | Editor: Imam Solehudin
Imigrasi Mataram
Timpora Mataram yang terdiri dari Imigrasi, Polda, Kemenkumham ketika memberikan keterangan pers ihwal penangkapan 3 WNA, Kamis kemarin (Ist For Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mengamankan tiga Warga Negara Asing (WNA), Kamis (12/10). Langkah pengamanan dilakukan saat digelar operasi gabungan oleh Tim Pengawas Orang Asing, bersama Polda NTB dan Kanwil Kemenkumham NTB di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar mengatakan, tiga orang WNA itu, antara lain IRU (34) asal Spanyol, AJG (63) asal Spanyol, dan PJW (71) asal Australia. Mereka diduga menyalahgunakan izin tinggal keimigrasian.

"Mereka kami curigai mencari keuntungan dengan menyewakan bungalow. Padahal izin tinggal menggunakan visa wisata selama satu bulan,” ungkap Dudi dalam keterangan tertulisnya kepada Jawapos.com, Sabtu (14/10).

Mantan Kepala Kantor Imigrasi Depok ini menuturkan, AJG membuka usaha penginapan di Gili Air. Sudah lima tahun dirinya bermukim. Sementara IRU adalah manajer pemasaran di tempat usaha tersebut.

“Kalau PJW dua tahun ini menetap di Lombok. Dia pakai Kitas Lansia, tapi menjual properti," jelasnya.

Lebih lanjut, sambung Dudi, keberhasilan operasi ini tidak luput dari partisipasi aktif masyarakat sekitar yang meberikan dukungan berupa informasi, terkait mengenai maraknya WNA yang masuk ke Lombok.

Adapun tiga WNA yang diamankan, sambungnya, bakal dijerat pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Ijin Tinggal Keimigrasian. Akan ditindaklanjuti, apakah projustisia atau deportasi.

“Kalau terbuksi salah, terancam lima tahun (penjara),” tukas dia.

Ia menambahkan, sampai saat ini, pihaknya telah melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian terhadap WNA sebanyak 60 orang serta satu kasus projustitia.

“Kami berharap ke depan dapat melakukan tugas dan tanggung jawab lebih optimal terkait orang asing dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara,” tandasnya.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up