alexametrics

Wisata Lesu, Telaga Sarangan pun Mengering

14 September 2019, 16:16:07 WIB

JawaPos.com – Surutnya debit air Telaga Sarangan berdampak pada perputaran ekonomi penyedia jasa wisata perahu. Keuntungan mereka turun sampai sekitar 50 persen jika dibandingkan saat volume air telaga meningkat. ”Ada batasannya. Sebab, ruang antarperahu menjadi makin sempit. Sehingga kalau banyak yang muter, jadi bahaya,’’ kata Suparlan, seorang penyedia jasa wisata perahu di Telaga Sarangan, kemarin (13/9).

Sebelum air telaga surut, pendapatan yang biasa didapat mencapai Rp 1,5 juta setiap pekan. Namun, saat ini perolehannya turun separo. ”Kalau weekend masih cukup banyak, tapi kalau hari-hari biasa kadang hampir nggak narik,’’ ungkapnya.

Keluhan tersebut ternyata didengar Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Venly Tomi Nicholas. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan DPUPR untuk mengatur outflow air di Telaga Sarangan. ”Kalau airnya makin surut, kasihan mereka juga,’’ ucapnya.

Sementara itu, krisis air bersih di sebagian wilayah Magetan kian parah. Ada sepuluh desa di tiga kecamatan dengan jumlah sekitar 5 ribu jiwa yang terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih makin meningkat. Di Karas, misalnya. Distribusi air bersih sampai harus menggunakan mobil pikap yang sudah dilengkapi bak penampungan.

Cara itu ditempuh BPBD karena keterbatasan armada. Sementara itu, banyak wilayah yang perlu di-cover air bersih. ”Di sisi lain, ada beberapa rumah warga di Desa Kuwon dan Karas yang tidak ikut pelayanan PDAM,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fat/her/c12/end



Close Ads