JawaPos Radar

Temuan Tangga Bersejarah di Palembang, Ini Penjelasannya

14/09/2018, 20:11 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Temuan Tangga Bersejarah di Palembang, Ini Penjelasannya
Kondisi tangga bersejarah yang berada di tepian sungai musi Palembang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Temuan tangga bersejarah di tepian Sungai Musi atau tepatnya di Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang sempat membuat heboh, Rabu lalu (12/9). Tangga tersebut dinilai peninggalan masa kesultanan Palembang.

Ketua RT 1 Kelurahan Kuto Batu, Muthmaina mengatakan sejak kecil selalu beraktivitas di kawasan tersebut terutama disekitaran tangga bersejarah ini. Dilihat dari bentuk tangga ini seperti kerajaan sehingga masyarakat menilai bahwa tangga ini merupakan tangga raja.

“Karena itu, banyak masyarakat menilai bahwa ini merupakan peninggalan raja padahal sebenarnya bukan walaupun teksturnya cukup aneh,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (14/9).

Dirinya mengaku sering kali datang ketempat tangga tersebut untuk mandi dan mencuci. Karena memang menurutnya, ini tangga biasa yang dibangun memang bertujuan untuk mencuci dan mandi di tepian sungai musi.

“Tapi kami tidak tahu apakah ini benar benda sejarah atau bukan,” singkatnya.

Sementara itu, Husin salah satu ahli waris mengatakan jika tangga yang dinilai bersejarah ini dibangun oleh kakeknya Husin Bin Syech sekitar tahun 1922. Hal ini untuk kegiatan mandi dan mencuci. Lantaran, dahulu air PDAM belum ada sehingga banyak kegiatan yang dilakukan di tepian sungai musi.

“Tangga ini tujuannya untuk mencegah abrasi karena rumahnya berada di pinggir sungai musi,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Arkeologi, Budi Wiyana yang mendatangi lokasi tersebut. Dia menjelaskan bahwa setelah melihat langsung, tangga tersebut bukan dibangun pada masa kesultanan Palembang.

“Dari spesifikasinya kami melihat sudah menggunakan semen. Selain itu ukuran batu yang digunakan pun lebih kecil dibandingkan bangunan makam ki Gede Ing Suro. Jadi menurut kami bukan dibangun pada masa kesultanan,” ujarnya.

Menurutnya, tangga ini dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, pihaknya masih akan meneliti kembali tangga tersebut. “Kami akan mencocokan lagi data lapangan dengan dokumen pembangunan di zaman kolonial Belanda,” tutupnya.

Untuk diketahui, penemuan tangga bersejarah ini sempat menghebohkan warga Palembang. Lantaran, tersebarnya foto tersebut dibeberapa media sosial. Bahkan, Dinas Pariwisata Palembang menilai bahwa tangga tersebut merupakan peninggalan bersejarah dari zaman kesultanan Palembang.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up