JawaPos Radar

Polisi Masih Buru Pemain Video Panas Yang Hebohkan Malang

14/09/2018, 20:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Polisi Masih Buru Pemain Video Panas Yang Hebohkan Malang
Ibnu, pelaku penyebaran video porno di Malang. Polisi masih buru pelaku dalam video itu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir, warga Malang dihebohkan dengan munculnya video yang menampilkan adegan dewasa. Dalam rekaman berkualitas MP4 berdurasi 3 menit 43 detik itu, tampak dua remaja berlainan jenis kelamin tengah asyik bermesraan.

Video itu diambil di sebuah ruang tamu. Tidak jelas dimana lokasi pengambilan gambarnya. Hanya saja, rekaman adegan ini sudah tersebar di Wajak, Kabupaten Malang sejak dua minggu belakangan.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, saat ini pihaknya masih menelusuri pemain dalam video porno itu. "Bisa jadi bukan orang Wajak, atau bahkan bukan dari Kabupaten Malang," kata Ujung, Jumat (14/9).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, upaya pencarian pelaku pembuatan video porno sudah mereka lakukan dengan bertanya ke warga sekitar.

Bahkan, juga sudah menanyakan kepada tokoh adat, kepala desa serta tokoh masyarakat setempat. Namun hasilnya nihil. "Kemungkinan bukan warga Wajak. Karena dari tokoh masyarakat yang kami tanyai, tidak ada yang mengenal pelaku dalam video itu," kata Adrian.

Kemungkinan muda-mudi yang terekam dalam video itu merupakan pasangan sah atau bukan juga tidak bisa dipastikan oleh Adrian."Nah itu, kami belum tahu. Belum bisa dipastikan pasangan suami istri atau bukan," imbuhnya.

Kesulitan yang dialami oleh tim Polres Malang adalah, mencari penyebar video mesum itu untuk pertama kali. Ia mengungkapkan, pola penyebaran video itu dilakukan dari WhatsApp atau grup WhatsApp. Hanya saja, video itu membuat heboh karena beberapa waktu lalu, Ibnu Arif, 32, mengunggah video ini di grup Facebook Komunitas Peduli Malang. Sontak unggahan ini semakin menggegerkan warga.

Karena ulahnya ini, pedagang buah tersebut diciduk oleh anggota Polres Malang. Setelah sebelumnya tim melakukan penelusuran jejak digital pengunggah.

Atas perbuatan tersangka, dia dijerat dengan dua pasal. Yakni UU ITE serta UU mengenai pornografi. Ancaman hukuman untuk UU ITE hingga enam tahun dan maksimal 12 tahun untuk pornografi.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up