alexametrics

Kabupaten Malang Tetap Berlakukan Vaksin MR

14 September 2018, 21:15:07 WIB

JawaPos.com – Sejumlah daerah di Indonesia menolak untuk menjalankan program vaksin MR atau Measles dan Rubela. Alasannya, vaksin ini belum mendapatkan kehalalan dari MUI karena terdapat kandungan enzim babi di dalamnya.

Meski begitu, MUI memperbolehkan vaksin tersebut. Penggunaannya dibolehkan karena beberapa alasan. Di antaranya sejauh ini tak tersedia vaksin yang benar-benar halal dan untuk mencegah efek negatif jika anak tak diimunisasi.

Bupati Malang, Rendra Kresna memilih bijak menanggapi adanya berbagai penolakan tersebut. 

“Apa alasannya? Masa pemerintah pusat mau mengorbankan programnya dalam rangka menyehatkan, kemudian menggunakan barang-barang yang tidak diperkenankan oleh agama,” tanya Rendra, Jumat (14/9)

Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur itu meyakini jika program vaksin MR yang dijalankan pemerintah telah melewati berbagai tahapan yang matang. Selain itu, program vaksin MR tidak akan dilakukan secara asal-asalan.

“Apa vaksinnya, cara menyuntiknya, dan sebagainya saya kira tidak akanlah dibiarkan dengan cara-cara yang diluar ataupun yang kemudian melanggar perintah agama,” sambungnya.

Menurut Rendra, apapun yang bertujuan baik untuk pengobatan seharusnya tidak ada masalah. Dirinya kembali menegaskan jika program vaksin MR merupakan salah satu program yang baik dengan tujuan untuk masyarakat yang sehat.

“Sekarang kan gini, apakah mereka tahu persis bahwa itu ada unsur atau zat yang dilarang oleh agama. Kalau berbicara tentang pengobatan, bahkan dalam agama juga diajarkan kalau itu memang untuk yang sifatnya darurat, dan itu diperlukan, itu diperbolehkan sesuatu yang kemudian diizinkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati yang kini memasuki periode dua tersebut menuturkan, jika vaksin MR benar-benar membahayakan, semua pihak tidak akan tinggal diam begitu saja.  Bahkan, dia yakin ulama pun tidak akan tinggal diam dan mereka akan memberikan penjelasan soal hal ini. 

“Saya kira ulama pun akan memberikan penjelasan tentang hal tersebut,” tegasnya. 

Rendra beranggapan, tindakan   Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan sudah diupayakan agar tidak sampai melanggar. 

“Pasti vaksin, obat dan sebagainya itu akan betul-betul diupayakan tidak ada suatu yang kemudian melanggar,” tandasnya.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kabupaten Malang Tetap Berlakukan Vaksin MR