JawaPos Radar

Hampir Sepekan, Karhutla di OKI Belum Padam

14/09/2018, 20:16 WIB | Editor: Budi Warsito
Hampir Sepekan, Karhutla di OKI Belum Padam
Helikopter saat melakukan waterboombing pada lahan yang terbakar di Sumsel (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan, hampir sepekan kawasan lahan di OKI tepatnya di Tulung Selapan belum juga mampu dipadamkan.

Kadis Ops Lanud Palembang, Mores Bonte mengakui, jika saat ini ada beberapa wilayah di Sumsel yang dilanda karhutla. Daerah tersebut yakni, Kabupaten PALI, Kecamatan Cengal, OKI; Pangkalan Lampam, OKI dan Tulung Selapan, OKI.

Dari daerah tersebut, yang paling sulit untuk dipadamkan yakni di Tulung Selapan, OKI. Hal ini dikarenakan, lokasi sangat sulit untuk dijangkau jika dilakukan pemadaman dari darat.

“Sudah hampir sepekan Karhutla di Tulung Selapan, OKI ini terjadi,” katanya saat ditemui, Jumat (14/9).

Selain akses lokasi yang sulit untuk dijangkau, sumber air untuk melakukan waterboombing juga hanya satu. Sedangkan helikopter yang diterjunkan yakni sebanyak empat helikopter. Artinya, untuk mengambil air harus secara bergantian.

“Kami akan terus berupaya untuk memadamkan karhutla di lokasi ini. Karena sejauh ini sudah puluhan hektar yang terbakar,” tutupnya.

Sebelumnya, Pasca pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Sumsel. Hal ini berdampak, munculnya asap hampir disetiap malam hari di Kota Palembang.

Berdasarkan pantauan, hampir disetiap malam tepatnya pada pukul 20.00 WIB asap mulai muncul. Bahkan, semakin larut asap terus menebal dan sangat menyengat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengakui jika saat ini Karhutla terus terjadi di Sumsel. Terutama di Kawasan Ogan Komering Ilir (OKI) dan OI.

Namun, menurutnya dampak asap dari kawasan tersebut tidak bertiup ke Palembang. Artinya, asap yang ada di Kota Palembang bukan dampak dari Karhutla.

“Ini terbukti bahwa angka ISPU di Palembang masih tergolong baik yakni diangka maksimum 44,” tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up