JawaPos Radar

Belum Lengkap, Kejari Kembalikan Berkas Iwan Adranacus

14/09/2018, 15:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Eko Prasetio
TKP: Bermula dari cekcok, Eko Prasetio, 28, ditabrak oleh pengendara mobil di Jalan KS Tubun, Manahan, Solo, Rabu (22/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo mengembalikan berkas kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka Iwan Adranacus kepada pihak kepolisian. Pengembalian dilakukan lantaran berkas tersebut dianggap masih belum lengkap sehingga penyidik diminta untuk melengkapinya. 

Kepala Kejari solo, Teguh Subroto menjelaskan, setelah pihaknya melakukan penelitian dan pengkajian terhadap berkas kasus dugaan pembunuhan masih ada sejumlah keterangan yang perlu ditambahkan.

Karena belum lengkapnya berkas maka Kejari pun menerbitkan surat bernomor B2096/0.3.11/EP.1/IX/2018 tertanggal 12 September. "Surat tersebut menyatakan berkas perkara perlu dilengkapi, atau istilahnya adalah P18 (hasil penyidikan belum lengkap)," terang Teguh saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/9). 

Beberapa materi yang menurutnya perlu dilengkapi oleh penyidik Polresta Solo seperti belum adanya lampiran hasil dari laboratoris barang bukti. Kemudian, Teguh juga meminta agar penyidik menyertakan saksi ahli yang mengetahui secara detail spesifikasi mobil Mercy yang digunakan oleh tersangka saat kejadian. 

"Untuk saksi dengan nama Iwan Junaidi itu statusnya sebagai saksi biasa, dan peneliti di Kejari menganggapnya sebagai saksi ahli dalam bidang tertentu saja," urainya.

Teguh pun meminta agar penyidik melengkapi kekurangan tersebut untuk memperkuat unsur-unsur yang dipersangkakan oleh penyidik yakni pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHP. 

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli mengungkapkan, pihaknya siap untuk melengkapi sejumlah kekurangan sesuai dengan arahan dari Kejari Solo. Menurutnya, hal itu tidaklah menjadi masalah.

"Kami siap untuk melengkapinya, dan tidak ada kesulitan. Sesegera mungkin kami akan melengkapi kekurangan berkasnya," tandasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up