JawaPos Radar

Terbukti Korupsi, Eks Camat Kampar Utara Divonis 1,5 Tahun Penjara

14/08/2018, 23:51 WIB | Editor: Budi Warsito
Terbukti Korupsi, Eks Camat Kampar Utara Divonis 1,5 Tahun Penjara
Mantan Camat Kampar Utara, Iskandar menjalani persidangan dengan agenda vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau, Selasa (14/8). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, menghukum Iskandar, mantan Camat Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Riau, selama 1,5 tahun penjara. Putusan itu diberikan, karena terdakwa terbukti telah melakukan korupsi dana desa sebesar Rp 274 juta.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Iskandar selama satu tahun enam bulan, dipotong masa tahanan yang sudah dijalankan terdakwa," kata Ketua Hakim Dahlia Panjaitan, saat membaca amar putusan, Selasa (14/8).

Majelis Hakim menyatakan, Iskandar terbukti telah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain hukuman penjara, Iskandar juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta atau subsidair satu bulan penjara. Dia juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 274 juta yang ditimbulkan atas perbuatannya.

"Satu bulan setelah putusan inkrah (tetap), harta benda terdakwa disita untuk mengganti kerugian negara. Kerugian ini juga dapat diganti hukuman penjara selama satu tahun," sebutnya.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ginting. Sebelumnya, Iskandar dituntut dengan penjara 2 tahun dan denda Rp50 juta atau subsider 3 bulan penjara. Dia juga dituntut membayar uang pengganti Rp274 juta yang sudah dititipkan ke jaksa.

Dalam amar putusannya disebutkan bahwa, adapun hal yang memberatkan hukuman terdakwa sehingga dihukum penjara yaitu, tindakannya tidak mendukung kebijakan pemerintah memberantas korupsi. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Atas vonis tersebut, terdakwa menyatakan menerima. Namun Ginting, menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, apakah banding atau tidak.

Dugaan korupsi itu terjadi pada tahun 2015. Ketika itu terdakwa selaku Camat Kampar Utara juga menjadi Pejabat Sementara (Pjs) empat kepala desa (kades) yakni, Kampung Panjang, Sungai Jalau, Muara Jalai dan Sei Tonang.

Kala itu, empat desa mendapatkan dana desa bersumber dari APBN 2015 dengan total Rp628 juta. Setiap desa mendapatkan anggaran yang bervariasi.

Namun pada saat pencairan dana, sebagian dana desa disimpan oleh Iskandar. Selanjutnya dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening pribadinya.

Dana itu, untuk pengadaan barang dan jasa di empat desa serta untuk kegiatan fisik seperti semenisasi. Dalam pelaksanaannya, terdakwa menunjuk langsung pelaksana kegiatan.

Terdakwa juga melakukan mark-up atas anggaran setiap kegiatan. Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp274.959.700.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up