JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Ingin Mogok Seperti Palembang, LRT Jakarta Diuji 1.000 Jam

14 Agustus 2018, 07:51:59 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tak Ingin Mogok Seperti Palembang, LRT Jakarta Diuji 1.000 Jam
Ilustrasi, LRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi sampai 1.000 jam sebelum digunakan untuk umum (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Moda transportasi light rail transit (LRT) Jakarta fase I rute Kelapa Gading-Velodrome akan mengalami uji coba operasi yang cukup lama sebelum digunakan untuk umum. Hal itu karena PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak ingin apa yang terjadi pada LRT Palembang terulang.

“Lama (jeda setelah uji operasi). Gini lho, daripada macet kayak (LRT) Palembang,” ujar Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/8).

Menurutnya, LRT mogok bisa diantisipasi. Misalnya, dengan memberlakukan uji coba operasi yang terbatas agar masyarakat tidak terdampak. Dia mengutamakan keselamatan para penumpangnya.

“Jangan (macet) dong. Ya makanya uji coba. Mudahan-mudahan nggak (macet) lah. Beda lah kualitasnya. Uji coba operasi terbatas. Sudah itu dah paling lengkap. Yang penting safety first,” terangnya.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, moda berbasis rel yang memiliki panjang jalur 5,8 kilometer itu belum bisa digunakan saat Asian Games 2018. Sebab, uji coba operasi yang dijanjikan beberapa waktu lalu sempat meleset.

Pihaknya masih menunggu izin operasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang juga harus melalui surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlebih dahulu. Berdasarkan jadwal yang sudah diperbaharui, LRT bisa diuji coba pada 15 Agustus atau lusa.

“Dua hari ini lah, izin operasi (turun dari Dishub). Rencana boleh dong meleset 5 hari,” kata dia.

Uji coba operasi tersebut akan dilakukan cukup lama bahkan diprediksi hingga akhir tahun. Pasalnya, syarat pengoperasian LRT salah satunya harus melewati 1.000 jam terbang.

“Jadi minimalnya (uji operasi) 1.000 jam, maksimal 2.000 jam. Ya sekitar tiga bulan lah. Karena kontraknya WIKA berakhir Desember, sudah gitu manajemen konsultannya juga terakhir Desember,” jelas Dwi.

Sebagai informasi, LRT Palembang sudah beberapa kali mogok. Bahkan untuk ketiga kalinya hal itu terjadi pada Minggu (12/8) sore. Dampaknya, ratusan warga yang yang ikut kegiatan uji coba itu terpaksa berjalan kaki di atas rel menuju ke stasiun terdekat.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up