JawaPos Radar

Tabiat Aneh Lu yang Dicurigai Tetangga Hingga Ditangkap Densus 88

14/08/2018, 09:39 WIB | Editor: Ilham Safutra
Tabiat Aneh Lu yang Dicurigai Tetangga Hingga Ditangkap Densus 88
Ilustrasi: Lu, terduga teroris di Palangka Raya yang baru saja ditangkap Densus 88 selama ini menunjukkan tabiat aneh. (Abdullah Munir/Radar Surabaya/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Penangkapan Lu, terduga teroris di Palangka Raya mengundang reaksi dari tetangganya. Selama ini warga memang melihat gelagat yang aneh dari Lu sejak beberapa tahun terakhir.

Nainggolan, tetangga Lu, menceritakan kehidupan sehari-hari penghuni rumah di Jalan Rajawali Km 6,5 Gang Rukun Nomor 03 RT 02 RW XI, Palangka Raya itu. Menurut dia, ada yang berubah dari sosok Lu.

“Memang agak pendiam. Tapi dulu, sebelum datang lagi, orangnya rapi. Gak seperti sekarang,” kata dia kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Dengan sikap Lu yang pendiam itu membuat para tetangga khawatir ada sesuatu yang aneh. Kini kekhawatiran itu terbukti. Lu ditangkap Densus 88. "Jarang tegur sapa. Paling nyapa dengan senyum. Orangnya pendiam. Tidak ngobrol. Istrinya juga,” tambahnya.

Kata pria 47 tahun itu, hubungan Lu dengan tetangga semakin tidak baik. Karena jauh sebelum penangkapan itu terjadi, tingkah Lu sempat membuat mereka bungkam. Jengkel. "Dia pernah membuat senjata rakitan. Hal itu membuat warga marah," sambungnya

Tingkah aneh itu, berlangsung hingga kejadian di Surabaya. Menurutnya, sejak ramai-ramai berita pengeboman di Kota Pahlawan itu, Lu kembali menunjukkan perubahan tabiat.

Setiap malam dari rumah Lu terdengar seperti orang bertukang. Suara itu tepat dari gudang rumah Lu. Tetapi gudang berada persis di sebelah rumah Nainggolan.

Hanya berbatas dinding. Nainggolan kerap mendengar ada suara seperti orang mengerjakan alat-alat yang terbuat dari besi. Suara-suara pukulan palu, dan gerinda.

Selain itu kecurigaan Nainggolan yakni ketika menerima surat titipan dari tempat Lu bekerja. “Sempat ada surat-surat peringatan dari Rutan tempatnya bekerja yang biasanya dititipkan di rumah saya. Karena, pintu rumahnya itu sering ditutup. Jarang bersosial orangnya,” bebernya.

Hatno Pranoto, tetangga Lu yang lainnya menyebut, dia hanya melihat tetanggannya itu pada waktu tertentu saja. Meskipun demikian dia menyebut Lu sebagai sosok yang rajin beribadah. Salat lima waktu sering di musala.

Lebih berkesan lagi tingkah Lu ketika dia mengantarkan anaknya ke sekolah. Lu bersama anak-anak dan istrinya selalu berdoa sebelum berangkat. “Dia akan berdoa di depan pagar rumahnya. Sembari berdiri. Anak istrinya siap berangkat. Pernah, saya tidak bisa lewat. Karena mengendarai mobil. Dan, mereka di badan jalan. Jadi, saya mengalah, balik arah atau menunggu selesai,” katanya.

“Beliau memang sering salat berjemaah di sini, sembari membawa dua anaknya. Namun orangnya pendiam, bahkan dibawa berbicara pun orangnya hanya diam dan tidak menanggapi apa kata orang,” cetus Ana, 17, salah seorang jamaah musala Nurul Muttaqiin di dekat rumah Lu.

Lebih mengherankan lagi, terduga teroris bernama lengkap Ludiono itu tidak mengizinkan tetangga kalau ingin bermain dengan bocahnya yang berusia dua tahun. “Pernah saya mau ajak anaknya bermain usai salat, eh ditegur beliau supaya jangan ajak anaknya bermain seketika anaknya ditarik menjauh dari orang,” lanjut Ana.

(iil/*/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up