JawaPos Radar

Sarana Bermain Anak Art And Culture, Pemkot Cirebon Gandeng Korsel

14/08/2018, 23:42 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Sarana Bermain Anak Art And Culture, Pemkot Cirebon Gandeng Korsel
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cirebon, Ira Irawati mencanangkan program art and culture untuk penyediaan sarana bermain anak. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong upaya program peningkatan kualitas pemberdayaan anak-anak. Salah satunya melalui program Art and Culture yang bekerja sama dengan Korea dalam penyediaan sarana untuk anak-anak.

Merealisasikan program tersebut, pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan untuk penyediaan fasilitas sarana prasarana anak-anak.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kota Cirebon, Ira Irawati mengatakan program Art and Culture sudah berjalan dan ditetapkan di lingkungan sekitar Kali Kriyan, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan.

Menurutnya, penyediaan areal bermain anak tersebut difokuskan untuk peningkatan kualitas hidup anak-anak, sehingga mereka mendapatkan hak lingkungan di masyarakat.

"Salah satu program yang saat ini sedang diupayakan adalah penyediaan tempat bermain anak yang makin terbatas. Solusinya, dengan program Art & Culture,” ujar Ira, Selasa (14/8).

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi menuturkan berbagai program anak di Kota Cirebon sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui penghargaan kota layak anak pada tahun ini.

Asep menambahkan program perlindungan anak terus didorong agar anak-anak di Kota Cirebon tumbuh berkembang dengan baik tanpa terhambat oleh hal lain seperti tindak kekerasan di lingkungan masyarakat ataupun keluarga.

Menurutnya, orientasi pemerintah Kota Cirebon terhadap anak-anak bukan sebatas pada penyediaan sarana tempat bermain anak-anak saja. Akan tetapi juga diupayakan melalui perlindungan kepada anak.

Dikatakannya, Kota Cirebon sudah menyediakan wadah untuk perlindungan anak berupa Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Institusi itu bertugas pro aktif dalam mengentaskan masalah anak-anak.

“Kami sudah instruksikan bila ada masalah kekerasan terhadap anak, harus cepat ditangani," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up