alexametrics

Pemkot Surabaya Tertibkan Penggalangan Sumbangan Lombok Tanpa Izin

14 Agustus 2018, 20:15:36 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang penggalangan dana bantuan gempa di Lombok tanpa izin. Larangan itu berlaku bagi semua warga dan organisasi swadaya masyarakat lainnya.

Kepala BPD Linmas Pemkot Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, izin untuk penggalangam dana sudah dikeluarkan pada 10 hingga 12 Agustus lalu. Aturannya, berdasarkan peraturan daerah nomer 14 tahun 2015.

“Kami akan tertibkan jika ada warga atau yang mengatasnamakan organisasi apapun menggalang dana. Karena, saat ini kami tidak mengeluarkan izin penggalangan dana korban gempa di Lombok secara swadaya,” kata Eddy di Balai Kota Surabaya, Selasa (14/8).

Bukan tanpa alasan. Eddy mengaku banyak menerima laporan kecurigaan warga terkait penggalangan dana untuk korban gempa Lombok. Katanya, banyak segelintir orang yang meminta uang di pinggir jalan dengan dalih donasi korban gempa Lombok.

“Memang antusiasme warga Surabaya dalam hal memberikan bantuan cukup tinggi. Tapi, ada juga yang melapor kepada kami soal adanya penggalangan dana di pinggir-pinggir jalan,” kata Eddy.

Eddy tidak mengatakan kapan izin penggalangan bantuannya akan dikeluarkan lagi. Hanya saja, dia mengingatkan warga yang sudah mengantongi izin, harus menyertakan data lengkap terkait donasinya.

Antara lain, sumber bantuan, jumlahnya, bentuknya apa saja dan kapan akan dikirim. Sehingga, masyarakat yang menyumbang, dapat ikut memastikan sumbangannya tepat sasaran.

“Termasuk lokasi sasaran bantuan dan jam berapa bantuannya sampai di Lombok. Supaya tertib, jelas, terkontrol dan tidak terkesan asal-asalan,” tegasnya.

Terkait bantuan dari pemkot sendiri, Eddy menyatakan, bantuannya masih terkonsentrasi di Lombok Utara dan Barat. Yakni, berupa bahan makanan pokok, selimut, pompa dan penjernih air.

Setelah itu, bantuan akan dialihkan untuk membangun sekolah SD. Rencanannya, Pemkot Surabaya akan membangun dua sekolah di Lombok jika bantuan berupa uang tunai terkumpul lebih dari Rp 850 juta.

“Saat ini kami butuh bantuan berupa makanan cepat saji dan obat-obatan. Juga bantuan berupa uang tunai untuk membantu memulihkan kondisi masyarakat pasca gempa,” katanya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (HDR/JPC)


Close Ads
Pemkot Surabaya Tertibkan Penggalangan Sumbangan Lombok Tanpa Izin