alexametrics

Gaji ke-13 ASN Batam Belum Jelas

14 Agustus 2018, 17:53:00 WIB

JawaPos.com – Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batam harus gigit jari. Pasalnya, defisit anggaran Pemkot Batam sebesar Rp 268 miliar pada 2018 berimbas pada tunjangan kinerja (Tukin) untuk gaji ke-13 mereka. Saat ini pembahasan di badan anggaran Pemkot Batam belum menemui titik terang.

Pelaksana Harian (PLH) Badan Pengeloa Keuangan dan Anggaran Daerah (BPKAD) Kota Batam, Faisal Riza menjelaskan, tukin untuk gaji ke-13 sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Sementara dengan kondisi keuangan yang memgalami defisit cukup besar.

Menurutnya, perlu pertimbangan matang dalam segala hal, termasuk pembayaran tukin ini. Pembahasan di Pemkot Batam, lanjut Faisal, sampai saat ini belum memghasilkan kesepakatan apakah tukin tersebut dibayarkan atau tidak.

“Belum tahu, karena anggaran kita defisit, belum ada keputusan apakah ditiadakan atau akan dibayarkan,” kata Faisal di Batam pada Selasa (14/8).

Faisal melanjutkan, biaya untuk memenuhi pembayaran tukin dari 5.623 ASN di lingkungan Pemkot Batam, setidaknya memerlukan dana sekitar Rp 31 miliar. Sementara itu, untuk item gaji pokok sendiri sudah dibayarkan melalui dana pusat. “Ini yang belum tukin dari daerah,” katanya.

Faisal melanjutkan, persoalan tukin ini bukan hanya dialami oleh Pemkot Batam sendiri, banyak daerah lain yang juga mengalami gangguan stabilitas keuangan.

“Kalau daerah tidak punya kemampuan, tidak bisa dipaksakan juga,” kata Faisal lagi.

Seperti diketahui, pembayaran untuk gaji ke-13 ini rencananya dilakukan pada Juli 2018 lalu. Di Batam sendiri, hal tersebut belum terealisasi karena pembahasannya belum menemui titik terang.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (bbi/JPC)



Close Ads
Gaji ke-13 ASN Batam Belum Jelas