8 Kampung Ditarget Teraliri Listrik Oktober 2018

14/08/2018, 19:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
General Manajer Servis Bisnis Unit (SBU) Bright PLN Batam, Fansis Al Zuhari ketika menghidupkan saklar aliran listrik di salah satu rumah warga di Sijantung. (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Program sebaran listrik hingga ke kawasan pesisir dari Bright PLN Batam, telah mencapai beberapa kampung di wilayah Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sampai Agustus 2018, sudah enam kampung yang teraliri listrik dari Bright PLN Batam.

Keenam kampung tersebut adalah Tanjung Kertang, Cate, Tebing Tinggi, dan Sungai Aleng. Lalu Belongkeng di Kelurahan Rempang Cate, Sungai Raya dan Sembulang di Kelurahan Sembulang, dan terbaru sambungan baru di desa Sijantung, Kelurahan Sijantung.

General Manajer Servis Bisnis Unit (SBU) Bright PLN Batam, Fansis Al Zuhari mengatakan, masih ada dua kampung lagi di Kelurahan Rempang Cate yang akan mendapat aliran listrik dari Bright PLN Batam. Dua kampung tersebut adalah Monggak, Pasir Panjang, dan Pantai Melayu.

Untuk kepastian waktunya sendiri, Fansis menjelaskan bahwa ditargetkan kedua kampung tersebut akan teraliri listrik paling lambat pada Oktober nanti.

"Semoga Oktober nanti bisa tersambung di sana, karena bertepatan dengan hari listrik nasional," kata Fansis disela kegiatannya membuka sambungan baru di desa Sijantung pada Selasa (14/8).

Untuk pelanggan baru di desa Sijantung ini, ada 260 pelanggan yang 160 diantaranya sudah mendaftar. Sementara sisanya masih dalam proses pendaftaran dan pembayaran uang jaminan listrik.

Salah satu warga yang mendapat kemudahan masuknya listrik di Sijantung, Rohimah, 45, mengaku sangat bersyukur. Ia dan warga lain yang baru mendapatkan sentuhan PLN, berharap bisa memaksimalkan kemudahan adanya aliran listrik 24 jam ini.

"Kita bisa buat jualan macam-macam, yang pasti kami bisa pakai untuk banyak kegiatan, pasti membantu dan mudah untuk masyarakat," kata Rohimah yang kegirangan.

Sementara itu, Kepala Divisi Niaga Bright PLN Batam, Solider Sinaga mengatakan program sambungan ini hanya membebani masyarakat pada biaya uang jaminan Listri (UJL) sebesar Rp470 ribu. Biasanya ada biaya sambung baru yang dibebankan kepada pelanggan, sesuai dengan daya yang dipasang.

Untuk biaya pemasangan 10 amper, pelanggan dikenai biaya sebesar Rp2.069.000. "Karena ini program pemasaran kita, jadi ongkos pemasangan digratiskan," kata Solider.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi