21,4 Ton Bantuan dari Madiun Dikirimkaan ke Lombok

14/08/2018, 01:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Bantuan untuk korban gempa Lombok dari Madiun raya yang dikumpulkan di Lanud Iswahjudi saat akan dikirimkan. (Dok. Penlanud Iswahjudi)
Share this

JawaPos.com - Sumbangan dari TNI, Polri dan masyarakat se karesidenan Madiun dan kota-kota terdekat lainnya diterima Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Samsul Rizal, di Posko Peduli Gempa Lombok VIP Room Lanud Iswajudi, Maospati, Magetan,Senin (13/8).

Totalnya, ada 21,4 ton bantuan yang akan diberikan kepada korban bencana gempa bumi di Lombok. Bantuan ini diberangkatkan dari Malang dengan pesawat Hercules milik TNI AU.

Rizal menjelaskan, bantuan ini berupa makanan; pakaian; selimut; dan beberapa kebutuhan lainnya. "Kami sudah menerima bantuan dari masyarakat, perusahaan, TNI dan Polri. Semoga bantuan yang dikumpulkan ini dapat bermanfaat bagi para korban," katanya.

Sementara itu, di Malang, sebanyak 13,5 ton bantuan diberangkatkan dengan Hercules milik TNI AU. Bantuan ini berupa obat-obatan dan sembilan bahan pokok. Kendaraan ambulance PMI dan 14 orang relawan juga diangkut dengan Hercules.

Sebelumnya, puluhan personel Yonkes dari Divisi Infanteri 2 Kostrad juga sudah diberangkatkan ke Lombok. Dari Malang mereka berangkat menggunakan Hercules milik TNI AU.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban gempa 7 skala richter yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali terus bertambah.

Tercatat, hingga Senin (13/8), dampak gempa menyebabkan 436 orang meninggal dunia. Korban luka-luka tercatat mencapai 1.353 orang.

Rinciannya, 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa 7 SR.

Sementara itu, jumlah pengungsi sering berubah. Hal ini disebabkan banyak pengungsi pada siang hari kembali ke rumahnya atau bekerja di kebunnya. Pada malam mereka kembali ke pengungsian.

Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok, pengungsi tercatat 352.793 orang. Secara umum pengungsi yang mengungsi di lapangan atau lahan terbuka mendirikan tenda bantuan dari BNPB, TNI, Polri, Kemensos, Kementerian PU Pera, Pemda, NGO dan lainnya. Pendataan pengungsi terus dilakukan. Pengungsi kembali ke tenda penampungan rata-rata pada sore atau malam hari.

Kendala yang dihadapi dalam distribusi logistik adalah banyaknya akses jalan yang rusak. Minimnya transportasi bantuan logistik untuk disalurkan ke pengungsi yang berada di perbukitan karena jalur tersebut sempit dan banyak kendaraan lalu lalang.

Untuk mengatasi ini, tiga helikopter dari BNPB, TNI dan Basarnas digunakan untuk distribusi bantuan ke daerah terisolir. Kebutuhan mendesak hingga saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, terpal alas tidur, MCK, air bersih, perbaikan jaringan komunikasi, penerangan atau listrik, kendaraan untuk distribusi logistik, dan kebutuhan dasar sehari-hari.

(tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 14/08/2018, 01:05 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 14/08/2018, 01:05 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 14/08/2018, 01:05 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi