JawaPos Radar

SKK Migas Gencar Sosialisasikan Hulu Migas

14/07/2018, 10:54 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
SKK Migas
Kuliah Umum soal Hulu Migas di Kota Medan, Jumat (13/7). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Studi Kajian Hulu Migas (SKHM) Wilayah Sumatera baru saja menggelar kuliah umum soal Hulu Migas di Kota Medan, Jumat (13/7). Kuliah umun itu dihadiri puluhan mahasiswa dan kelompok pemuda. Tema yang diangkat adalah Menggali Ketahanan Energi Nasional & Kelancaran Hulu Migas.

Departemen Humas Satuan Kerja Khusus pelaksana kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumbagut Haryanto Syafri mengatakan, industri hulu migas harus tetap disosialisasikan. Tujuannya agar masyarakat mengetahui apa masalah migas di Indonesia, apa saja sektor unggulan migas dan siapa yang menanganinya.

"Pengolahan Migas ini ada dua sektor. Pertama, Hulu Migas. Kedua, Hilir Migas. Hulu Migas ini adalah Sektor Pengolahan Bahan mentah sebelum dijadikan produk yang nantinya di nikmati. Sementara kalau hilir migas adalah pemasaran setelah diolah menjadi produk. Seperti halnya BBM di SPBU," terang Haryanto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (14/7).

Untuk menjaga kebutuhan energi negara, sektor hulu migas Indonesia terus di eksplor. Serta diawasi SKK Migas di setiap masing masing wilayah yang terdapat minyak buminya.

"Kebutuhan rakyat terhadap minyak dan gas bumi itu kan tinggi. Jadi pemerintah terus mengawasi dan berusaha terus memenuhi kebutuhan itu. Diawasi juga pengelolaannya," ujarnya.

Saat ini, 85 persen minyak bumi diperuntukkan untuk negara. Sedangkan 15 persen lagi dikelola investor yang turut membantu dalam proses eksplorasi. Karena investor yang punya teknologi dan pengolahannya. Sementara untuk gas bumi, 70 persen dikuasai negara dan 30 persen pihak investor.

Sementara itu, Koordinator SKHM Sumatera Muhammad Roni menyatakan, kegiatan seperti ini akan dilakukan terus menerus ke seluruh daerah sebagai upaya sosialisasi sektor hulu migas.

"Hulu migas ini belum semua orang tahu seperti apa. Jadi kami kenalkan dulu apa itu hulu migas ke daerah-daerah melalui kuliah umum. Ini adalah langkah awalnya. Kemudian setelah hulu migas sudah diketahui banyak orang, kami akan coba beri edukasi life in dengan aksi langsung bersama masyarakat di lapangan," paparnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up