JawaPos Radar

Ridwan Kamil: Pascapilkada Jabar Tidak Seperti Pilpres dan Pilkada DKI

14/07/2018, 16:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ridwan Kamil: Pascapilkada Jabar Tidak Seperti Pilpres dan Pilkada DKI
SYUKURAN KEMENANGAN: Gubernur terpilih menyambangi ratusan relawan pendukungnya di Islamic Center, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/7). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil mengaku simpatik dengan seluruh tahapan proses pelaksanaan Pilkada di Jawa Barat lalu. Sebab, pascapilkada serentak ini masyarakat Jawa Barat kembali rukun dan tidak menyimpan dendam antar pendukung pasangan calon gubernur.

Hal itu dikatakanya saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi relawan Baraya Ridwan Kamil (Barka) di gedung aula Islamic Center, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/7).

Dalam sambutannya, pria akrab disapa Kang Emil itu berharap pascapilkada serentak di Jawa Barat ini tidak seperti gejolak Pilpres dan Pilkada DKI Jakarta yang masih memanas antar kubu pendukung masing-masing pasangan calon.

"Alhamdulillah, Pilkada Jabar ini tidak seperti Pilpres dan Pilkada DKI Jakarta yang lalu. Sampai hari ini masih terasa suasananya," ujarnya.

Emil mengungkapkan, banyak hikmah pelajaran saat menjalani proses Pilkada Jabar. Selama ini pasangan calon gubernur Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum (RINDU) tidak pernah menganggap remeh pasangan lain. Apalagi, melakukan black campaign.

Dia mengaku sejak awal pencalonannya itu diniatkan agar menang secara bermartabat dan berakhlak. Emil pun ingin kemenangannya karena kebaikan bukan dengan cara menebarkan keburukan.

Di sela-sela sambutannya, Emil pun berharap para relawan pendukungnya teruse mengawal jalannya pemerintahan selama lima tahun mendatang bisa dikoreksi dan diingatkan oleh masyarakat. "Ibarat gubernur itu sopir dan penumpang itu rakyat, kalau saya ngantuk, yah tolong diingatkan. Kalau lelah, tolong sampaikan agar saya istirahat," paparnya.

Usai dilantik setelah sebagai gubernur Jawa Barat nanti, Emil menyebutkan jalannya pemerintahan itu ronde ke-3 perjuangan mengawal cita-cita kampanye hingga 2023.

Kekuasaan yang akan diembannya nanti adalah bukan sebagai tujuan. Melainkan, kekuasaan sebagai jalan untuk perubahan masyarakat. "Ini lah pelajaran hidup. Kekuasaan itu bukan tujuan utama. Kalau sebagai tujuan utama, kalau ada kesempatan pasti diambil," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up