JawaPos Radar

Jelang Kedatangan CJH, Nyamuk di Asrama Haji Diberantas

14/07/2018, 14:35 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Fogging Nyamuk
Petugas Pengendalian Resiko Lingkungan KKP Kelas I Surabaya melakukan fogging di seluruh area Asrama Haji Sukolilo, Sabtu (14/7). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya melakukan pengasapan atau fogging. Kegiatannya dilakukan di lingkungan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (14/7).

Aktivitas Fogging dilakukan belasan petugas KKP Kelas I Surabaya sejak pukul 11.00 WIB. Mereka menyasar setiap sudut ruangan dan bangunan atau Hall di area dalam asrama yang ditengarai menjadi sarang vector (nyamuk dan lalat).

Kabag Pengendalian Resiko Lingkungan KKP Kelas I Surabaya Mulyo Arianto mengatakan, fogging dilakukan sebelum kedatangan para calon jamaah haji (CJH) di asrama. Tujuannya menghindari adanya penyakit yang ditimbulkan dari kondisi lingkungan asrama.

"Jadi fogging tersebut adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan lingkungan. Salah satunya pemberantasan vector," kata Mulyo di Asrama Haji Sukolilo.

Selain fogging, upaya pemeriksaan juga dilakukan pada petugas penyaji makanan. Petugas melakukan penyuluhan bagaimana memasak dan menyajikan makanan yang sehat dan bersih untuk para jamaah.

KKP juga bekerja sama dengan Puskesmas dari beberapa kecamatan. Mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para calon jamaah haji. Pemeriksaan dilakukan pada hari H kedatangan jamaah atau pada 16 Juli mendatang.

Mulyo tidak menjelaskan aspek kesehatan apa saja yang akan diperiksa. Karena proses pemeriksaannya dilakukan pihak Puskesmas. Namun, dia menegaskan bahwa pemeriksaan akan meliputi kesiapan fisik. Para jamaah yang lolos pemeriksaan akan dinyatakan layak dan tidak menganggu penerbangan.

"Aturan internasional tentang kesehatan layak terbang, sudah ada. Kami hanya akan memverifikasi saja. Sehingga para jamaah dapat dinyatakan layak terbang," papar Mulyo.

Ditanya soal obat-obatan yang boleh dibawah Jamaah, Mulyo menyatakan tidak ada batasan. Tapi semua jenis obat para jamaah akan didata.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya Heri Siswanto menghimbau jamaah agar memprioritaskan membawa obat inti saja. Maksudnya agar membawa obat sesuai dengan penyakitnya dan sudah diresepkan dokter. "Terutama bagi jamaah yang juga menderita penyakit hipertensi atau diabetes. Perlu membawa obat yang diresepkan dokter spesialis," terangnya.

Heri menambahkan, tidak ada larangan bagi jamaah jika ingin membawa obat suplemen atau vitamin. "Kalau hanya untuk kebugaran, ya tidak masalah. Karena ibadah Haji itu sembahyang fisik," tuturnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up