JawaPos Radar

Gas Melon di Aceh Singkil Melebihi HET

14/07/2018, 15:02 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
LPG 3 Kg
Polrestas Banda Aceh mengamakan ratusan tabung LPG 3 kg dari pangakalan yang menjualnya di atas Harga Enceran Tertinggi (HET), Selasa (20/3). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tabung LPG 3 kg atau gas melon di Kabupaten Aceh Singkil melebihi harga eceran tertinggi (HET). Kondisi yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir itu cukup membuat warga resah.

Elfi Rayalim Solin, warga Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil mengatakan, saat ini para pengencer menjual gas bersubsidi itu mulai dari Rp 30.000 hingga Rp42.000 per tabung. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat.

"Selain sangat mahal, gas juga susah sekali untuk didapatkan," kata Elfi lewat sambungan telepon kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Sabtu (14/7).

Elfi menduga, melonjaknya harga gas bersubsudi karena pengelola pengakalan resmi menjual gas dengan jumlah besar ke pengencer. Sehingga stok dipangkalan langsung kosong. LPG yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu itu tidak sepenuhnya tercapai.

"Sebetulnya kalau kuota gas kami cukup. Nggak ada masalah sebenarnya. Tapi permainan di tangkat pengencer yang jadi masalahanya," ujarnya.

Selama ini, pasokan gas ke Aceh Singkil tidak terganggu dan masih dalam kondisi stabil. Bahkan dalam seminggu bisa masuk tiga kali pengiriman. Yakni, Minggu, Rabu, dan Jumat.

"Sampai saat ini harganya masih seperti itu. Padahal satu mobil truk yang masuk jumlah gasnya banyak, yakni 1.000 tabung lebih," tambahnya.

LPG sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu selain ketersediaan atau pasokan gas, harganya juga perlu diperhatikan. Supaya tidak memberatkan masyarakat kecil.

Pemerintah dan intansi terkait diminta segera turun tangan untuk mengatasi persoalan yang ada. Penegak hukum juga diminta menindak tegas oknum atau pelaku culas mengenai harga gas.

Harga gas yang dijual sudah melanggar dan tidak mengindahkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh Nomor: 541/619/2017 tertanggal 16 Juni 2017, tentang penetapan HET LPG 3 Kg dalam Provinsi Aceh. Yakni, sebesar Rp 23.000 per tabung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Aceh Singkil Malim Dewa belum memberikan keterangan dan penjelasan terkait hal ini. JawaPos.com sudah beberapa kali menghubungi normor teleponnya dan hingga kini belum mendapat respons.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up