JawaPos Radar

Begini Nasib Pedagang Sate Taichan di Senayan

14/07/2018, 09:12 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Begini Nasib Pedagang Sate Taichan di Senayan
PKL Sate Taichan di Senayan, Jakarta Pusat. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan para pedagang sate taichan yang berjualan di sepanjang trotoar Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat agar direlokasi ke dalam kompleks DPR/MPR RI, Senayan. Hal itu dilakukan sementara selama Asian Games 2018 berlangsung.

“Kalau yang taichan tadi saya bilang di DPR atau didorong ke sebelah sana dekat Senayan City paling untuk tempat nongkrong,” ujarnya di Balai Kota, Kamis (12/7).

Dia juga memberi pilihan relokasi pedagang sate taichan yakni ke Lapangan Golf Senayan. Menurutnya, tempat tersebut cocok dijadikan pasar malam atau night market untuk meramaikan ajang olahraga itu.

“Atau (dipindahkan) lapangan golf milik teman saya Pak Gita Wirjawan kalau malam kan kosong. Itu bisa kan selama Asian Games dijadiin kayak night market. Itu kan menarik juga selama kita pastikan nggak mengganggu,” tutur Sandi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di trotoar FX Sudirman agar masuk ke dalam gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berada di sebelahnya.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, dalam Peraturan Daerah (Perda) 2/2002 tentang Perpasaran Swasta di Provinsi DKI Jakarta, gedung dengan luas bangunan 200-500 meter persegi memiliki kewajiban menyediakan 10 persen lahan untuk UMKM. Sementara untuk bangunan yang lebih dari 500 meter persegi berkewajiban sebesar 20 persen dari lahannya.

“Karena FX perkiraan saya sudah masuk 20 persen, tapi kalau di Kemdikbud itu alangkah baiknya kalau kita bisa bicara sama Kemdikbud kan di depan parkirnya gede yang bisa ditaruh 30-an pedagang kecil disana,” terang dia.

Jika ketentuan itu tak dapat digubris para pemilik gedung usaha, Sandi berniat akan menutup Jalan Gelora di dekat GBK demi menampung PKL dan dijadikan area pasar malam.

“Kita bukan menakut-nakuti pemilik itu, tapi bantulah pemerintah karena mau Asian Games diakomodir. Terutama yang di koridor-koridor utama itu adalah kesempatan kita. Kalau enggak, terpaksa nanti kita nutup jalan lagi,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up