JawaPos Radar

Cerita Kedatangan Jokowi di Balikpapan, Bongkar Dekorasi Pernikahan

14/07/2017, 07:04 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Cerita Kedatangan Jokowi di Balikpapan, Bongkar Dekorasi Pernikahan
Presiden Joko Widodo menerima wawancara awak media di Dome Balikpapan, kemarin (13/7). (Anggi Praditha/Kaltim Post/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat Balikpapan menyambut baik kedatangan Presiden Joko Widodo. Namun, karena mendadak tak pelak membuat banyak pihak harus mempersiapkan diri agar kunjungan itu berjalan aman dan lancar. Dampak tersebut juga dirasakan keluarga Amalia Fitriani.

Bagaimana tidak. Dekorasi pernikahan adiknya, yang sudah disusun di Dome, Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) harus dibongkar karena menjadi lokasi pertemuan dengan presiden. Ini disampaikan melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Dia menyebutkan, rencananya pihak keluarga akan menyelenggarakan acara resepsi pernikahan, Sabtu (15/7) mendatang. Dome sudah mereka booking sejak dua bulan lalu. Bahkan, untuk membuat dekorasi yang megah dan indah, Dome telah digunakan sejak Senin (10/7). Fitri menjelaskan, dekorasi yang mendatangkan jasa dari Wati Flowers ini setidaknya membutuhkan waktu lima hari kerja.

Cerita Kedatangan Jokowi di Balikpapan, Bongkar Dekorasi Pernikahan
Dekorasi pernikahan yang sudah dipasang di Dome, tak semuanya dibongkar. Tampak kemegahan di pintu masuk gedung utama saat kedatangan Presiden Jokowi, kemarin (13/7). (Aji Chandra/Kaltim Post)

“Proses dekorasi sudah berjalan selama 3 hari, dari hari Senin sampai Rabu. Lalu tiba-tiba kemaren sore kami mendapat kabar dari "Protokoler" Dinas Pertahanan yang diperintahkan @Walikotabalikpapan bahwa Bapak Presiden akan berkunjung ke Balikpapan namun masih belum jelas acaranya akan diadakan di mana,” tulisnya dalam akun tersebut.

Awalnya, acara tersebut direncanakan di salah satu hotel bintang lima. Namun, secara mendadak berubah tempat menjadi Dome Balikpapan. Dia mengungkapkan, keputusan tersebut tanpa ada musyawarah dan mufakat kepada keluarganya selaku pihak penyewa Dome sebelumnya. Hal itu sontak membuatnya terkejut karena lokasi acara tersebut sedang dalam proses pembedahan dekorasi pernikahan.

Fitri sempat mempertanyakan kejelasan kejadian itu. Sebab, mau tidak mau, beberapa bagian dekorasi yang telah tersusun harus dibongkar. Sementara untuk menyusun dekorasi ulang akan memakan biaya tambahan. Dalam laman itu, dia mengaku kebingungan harus meminta pertanggungjawaban dan beban biaya kepada siapa akibat bongkar pasang dekorasi itu. Lalu, posting-an ini menjadi viral.

Selain soal biaya, pihak dekorasi harus kerja ekstra mengejar pemasangan kembali setelah acara kepresidenan usai. Di mana hanya tersisa waktu satu hari satu malam hingga resepsi pernikahan. Padahal, pengerjaan itu seharusnya dilakukan selama tiga hari. Dalam status yang di-posting pada Kamis (13/7) kemarin, Fitri berharap keadilan dari Pemkot Balikpapan atas masalah tersebut.

Dia meminta tanggung jawab pengembalian dekorasi seperti semula sebelum dibongkar. Lalu, membayar biaya jasa bongkar pasang kembali dekorasi karena gedung Dome sudah jauh hari mereka sewa. Kemudian, mencari solusi alternatif dan jalan yang terbaik. Dia berharap, ada ketegasan dan suaranya sebagai warga terdengar.

Saat dihubungi Kamis siang kemarin, Fitri menyebutkan permasalahan telah berakhir. Dia bersyukur, semua dapat terselesaikan dengan baik. Kedua belah pihak mendapatkan solusi. “Sudah beres karena tadi wali kota sudah menyelesaikan masalah ini dengan keluarga saya,” tuturnya.

Seperti pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Group), saat acara berlangsung di Dome, sisa dekorasi pernikahan masih tampak. Misalnya sebelum memasuki gedung utama, terdapat lorong dengan bunga-bunga putih menjadi latar bak melewati red carpet untuk sang pengantin. Sementara tepat di pintu masuk terdapat riasan dekorasi tempat menerima tamu resepsi. Dekorasi ini memadukan warna putih dan emas hingga langit-langit Dome. (gel/rsh/k15/fab/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up