alexametrics

Polri Pastikan Anggotanya Tidak Dibekali Peluru Tajam

14 Juni 2019, 14:31:09 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri memastikan anggotanya yang terlibat dalam pengamanan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) tidak dibekali peluru tajam. Anggota tersebut hanya mengenakan peralatan standar untuk pengamanan (Pam).

“Anggota polri dalam Pam PHPU di MK tidak dilengkapi oleh senjata api dan peluru tajam. Hanya tameng, gas air mata, dan kendaraan water canon,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (14/6). Sebagaimana diketahui, saat ini MK tengah menggelar sidang pendahuluan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.

Lebih jauh dia menuturkan, belum mendapat informasi adanya pergerakan massa dari luar daerah menuju Jakarta. Sebelumnya sempat dikabarkan ada aksi kawal sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK. “Saya belum dapat info pergerakan ke Jakarta hari ini,” imbuhnya.

Pengamanan Gedung MK. Sidang sengketa Pilpres 2019 dijamin tidak ada pengerahan massa. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Meski belum ada pergerakan massa, aparat tetap menerapkan pengamanan dengan pola 4 ring. Mulai dari pengamanan di dalam gedung MK, di sekitar gedung MK, di halaman parkir, an ring 4 berupa rekayasa lalu lintas. “Pendekatan tetap soft approach apabila memang ada demo di depan MK,” lanjut Dedi.

Selain itu Polri tetap melakukan pemantauan gerakan massa ke Jakarta yang dibantu oleh polda-polda peyangga seperti Jawa Barat dan Banten. Kedua polda itu mengawasi wilayah perbatasan seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Di luar daerah itu, aparat melakukan imbauan serta berkordinasi dengan tokoh masyarakat setempat agar tidak menggelar aksi di Jakarta. Masyarakat diminta untuk mempercayakan proses pemilu pada jalur konstitusi yang tengah berjalan. Terlebih proses persidangan PHPU juga bisa disaksikan live melalui media.

“Semua masyarakat untuk tetap harus tunduk pada aturan hukum karena PHPU adalah langkah konstitusional di MK bisa diikuti di media tanpa harus giat massa,” pungkas Dedi.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menyampaikan akan ada gerakan massa di sekitar gedung saat sidang PHPU berjalan. Namun jumlahnya tak akan banyak. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polri menurunkan 17 ribu pasukan untuk melakukan pengamanan dan dibantu 16 ribu prajurit TNI.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads