JawaPos Radar

Petinggi Sumsel Turun Gunung Atasi Bentrok Berdarah di Empat Lawang

Selidiki Dugaan Tidak Netral

14/06/2018, 04:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Petinggi Sumsel
Tiga petinggi Sumsel saat mengunjungi langsung kondisi kejadian (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasca terjadinya bentrok berdarah di Empat Lawang, petinggi Sumsel yakni Kapolda, Gubernur dan Pangdam II Sriwijaya langsung mengunjungi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meminta massa kedua paslon untuk tenang. Pihaknya akan mengusut dan menyelidiki dugaan penyelenggara pemilu di Empat Lawang yang tidak netral.

Bahkan, saat ini dirinya telah memerintahkan Dir Intel dan Asintel Kodam untuk menyelidiki ini semua. "Jika memang diketahui ada yang tidak netral maka kami akan proses bahkan secara hukum," katanya dalam kunjungan ke Empat Lawang, Rabu (13/6).

Menurutnya, akibat ketidaknetralan tersebut memicu terjadinya bentrok antar timses dua paslon. Bahkan, menyebabkan korban jiwa dan luka tembak. Ia juga telah memerintahkan Kasat Reskrim untuk menangkap pelaku yang telah melakukan penembakan tersebut.

Karena itu, ia mengimbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak maka pihaknya akan ikut mengejar. Bahkan, dimana pun bersembunyi akan ditangkap. "Kami minta timses juga harus menahan diri dan tidak terpancing terutama menjelang pilkada ini," harapnya.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen AM Putranto menambahkan, sebagai TNI pihaknya mendukung Polri menciptakan suasana agar tetap kondusif selama Pilkada. Ia juga menegaskan bagi para timses agar jangan pernah berpikir untuk berbuat hal anarkis. Karena negara ini bukan negara bar-bar. 

"Kami tentunya akan ikut mengamankan kondisi ini agar lebih kondusif jelang Pilkada hingga berakhirnya Pilkada," tutupnya.

Berdasarkan pantauan, meski kondisi sudah berangsur baik. Namun, ratusan anggota Polri dan TNI masih tetap berjaga di sekitar lokasi agar bentrokan ini tidak kembali terjadi.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up