JawaPos Radar

PDIP Laporkan Pemilik Akun yang Unggah 'Umat Islam Tidak Butuh PDIP'

14/06/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
PDIP Laporkan Pemilik Akun yang Unggah 'Umat Islam Tidak Butuh PDIP'
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Unggahan salah satu akun Facebook berinisial NF berbuntut panjang. Di dalamnya tertulis kalimat, 'PDIP tidak butuh suara umat Islam, umat Islam tidak butuh PDIP'.

Meskipun pelaku hanya membagikan unggahan dari akun lain, namun Wakil Ketua Bidang Hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Zusron menilai, kejadian ini berpotensi menimbulkan polemik di dalam pengurus dan anggota partai di DPC Bontang mm

"Itu fitnah atau bisa dikatakan penyebaran berita bohong," kata Yusron dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Grup), Kamis (14/6).

PDIP Laporkan Pemilik Akun yang Unggah 'Umat Islam Tidak Butuh PDIP'
Bukti unggahan akun Facebook berinisial NF yang dianggap merugikan partai. PDIP melaporkan kejadiian itu ke Polres Bontang, kemarin Rabu (13/6). (istimewa/Bontang Post/JawaPosGrup)

Pengurus partai berlogo kepala banteng ini menyebut sudah dua kali mengalami peristiwa serupa. Anehnya, kedua peristiwa tersebut dengan pelaku yang sama.

Sebelumnya, pelaku menyebarkan gambar yang sifatnya melecehkan partai dan pengurus partai. "Sebelumnya juga pernah dengan konten yang lain tetapi dimaafkan karena ada pemohonan maaf. Sekarang entah kenapa diulangi kembali," geramnya.

Kemarin, pengurus partai berencana melaporkan kejadian ini ke Polres Bontang. Tujuannya agar memberikan efek jera kepada pihak yang mengunggah konten bernuansa SARA dan fitnah.

"Supayadi Bontang tercipta stabilitas keamanan. Mencegah lebih baik daripada mengobati," ujar Zusron.

Dalam pelaporannya, pengurus partai bakal membawa surat laporan yang ditandatangani oleh Ketua DPC PDIP Bontang. Bahkan bukti unggahan pelaku pun juga akan disertakan sebagai lampiran.

Menurutnya unggahan tersebut melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat (3) tentang muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. Tak hanya itu saja, pelaku juga menabrak UU ITE pasal 28 ayat 1 dan 2 dan UU nomor 1 tahun 1946 pasal 14 dan 15 tentang penyebaran hoaks.

"Insya Allah hari ini (kemarin, Red.) kami laporkan. Saya baru mengambil surat di DPC sore tadi (kemarin, Red.),” ungkapnya.

Ia menuturkan tidak melaporkan kasus ini ke Panwaslu Bontang, sebab ini bukan kategori kampanye hitam saat Pilgub. Justru, unggahan ini mengarah kepada persiapan Pilpres 2019.

"Kalau kampanye hitam terkait Pilgub itu baru ranah Panwas. Kalau yang dilakukan ini secara umum persiapan Pilpres, padahal ini belum saatnya, masih tahun depan," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up