JawaPos Radar

Cuaca Buruk, Proses Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihentikan

14/06/2018, 04:33 WIB | Editor: Budi Warsito
Cuaca Buruk, Proses Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihentikan
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani didampingi pamen jajaran Polda Sulsel saat memberikan keterangan terkait pengentian sementara proses pencarian lanjutan korban kapal tenggepam di perairan Makassar, Rabu (13/6).  (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pencarian lanjutan terhadap korban tenggelamnya KM Arista di perairan Makassar, terpaksa dihentikan sementara. Cuaca buruk, menjadi faktor utama, dihentikan proses pencarian.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, pasca tenggelamnya kapal sekitar pukul 12.30 WITA tadi, tim gabungan Basarnas, TNI AL dan Polaiurut langsung melakukan proses pencarian lanjutan para korban. 

Kurang lebih,  penyisir di perairan Makassar - Barrang Lompo dilakukan tim gabungan selama delapan jam. "Sementara tim kita pastikan menghentikan sementara proses pencarian ini, Karena, gelombang laut lagi pasang," ungkap Dicky dalam jumpa pers di Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL, Jalan Satando, Makassar, Rabu (13/6) malam.

Cuaca Buruk, Proses Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihentikan
Keluarga korban kapal tenggelam (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Sementara ini kata Dicky, tim hanya bisa memantau melalui jalur dermaga-dermaga yang telah tersedia dibeberapa titik. Khususnya di kawasan pelabuhan Paotere. Proses pencarian para korban baru akan dilanjutkan kembali, Kamis (14/6) besok pagi. 

Total sementara dari data kepolisian, 35 korban yang terdata menjadi penumpang di atas kapal penangkap ikan jenis kayu yang berhasil dievakuasi. Di RS TNI AL, 21 orang korban, 13 korban selamat dan 8 meninggal dunia. Di RS Akademis, Kota Makassar, delapan korban dievakuasi berhasil selamat. Sementara enam korban lainnya dievakuasi di pulau Barrang Lompo, dengan rincian 1 selamat dan 5 meninggal. 

Korban meninggal lanjut Dicky, didominasi oleh perempuan. Kapten kapal dengan inisial D, sementara ini masih menjalani pemeriksaan dan ditahan sementara di Polres Pelabuhan Makassar. "Kaptenya masih ditahan, proses hukummya jelas pasti berjalan apalagi kapal ini tidak punya izin remsi untuk berlayar, karena kapal untuk tangkap ikan," tambah Dicky. 

13 korban, juga secara resmi telah diserahkan ke keluarganya masing-masing. Proses pemulangan korban, dilakukan secara serentak di RS Jala Ammari TNI AL, oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdan Pomanto, Tim Biddokes Polda Sulsel, Kabid Humas Polda, Polres Pelabuhan Makassar, tim TNI AL dan Basarnas. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up