alexametrics

Laksanakan Rapid Test Acak Tempat Publik di Jogjakarta

14 Mei 2020, 19:16:41 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Jogjakarta akan menggelar rapid test secara acak di sejumlah tempat publik atau tempat keramaian guna mengetahui sebaran Covid-19. Tempat publik yang dimaksud di antaranya pasar tradisional, kafe, restoran, dan tempat yang banyak aktivitas serta kerumuman warga.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta mengatakan, dengan pelaksanaan rapid test acak tersebut, diharapkan bisa memperoleh gambaran mengenai sebaran Covid-19. Selain itu, untuk memastikan apakah penularan lokal virus korona sudah terjadi atau hanya kasus yang sifatnya kasuistik seperti klaster Indogrosir.

Heroe menambahkan, rapid test acak tersebut tidak dibatasi kuota karena tujuannya adalah untuk melihat peta sebaran serta melacak titik-titik sebaran penularan virus. ”Sekarang masih konsolidasi tim. Beberapa tempat sudah siap, tapi banyak petugas yang baru saja menyelesaikan tugas rapid test masal untuk pengunjung Indogrosir,” kata Heroe pada Kamis (14/5).

Pada Kamis (14/5), lanjut dia, menjadi pelaksanaan hari terakhir rapid test masal bagi warga Kota Jogjakarta yang berkunjung ke supermarket Indogrosir. Hasilnya ada tambahan empat warga yang datang ke puskesmas dan tidak ada temuan reaktif. Dengan demikian, dari tiga hari pelaksanaan rapid test masal untuk warga Kota Jogjakarta yang menjadi pengunjung Indogrosir pada 19 April–4 Mei diperoleh enam hasil rapid test yang reaktif dari total 236 warga yang mengikuti rapid test. ”Yang datang pada hari terakhir hanya empat. Petugas puskesmas sudah mengundang melalui WA,” kata Heroe.

Sebagian warga menyatakan sudah melakukan rapid test secara mandiri. Selain itu, ada pula warga yang tidak bisa datang hari ini dan ada pula yang mengaku kondisinya sehat sehingga memilih isolasi mandiri dan akan menghubungi puskesmas jika mengalami gejala klinis. Sedangkan bagi warga yang mengunjungi supermarket tersebut tetapi belum sempat mendaftar, bisa mendaftar ulang laman corona monitoring system dan akan dihubungi petugas puskesmas untuk rapid test. ”Untuk enam warga yang menunjukkan hasil reaktif rapid test, maka dilanjutkan dengan tes swab,” terang Heroe.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta Tri Mardaya mengatakan, jumlah alat rapid test yang dimiliki masih cukup banyak. Rapid test masal adalah bagian dari sampling potensi penularan dan sebaran Covid-19. Sedangkan untuk kesiapan jumlah alat tes uji cepat, masih ada sekitar 2.400 unit dan masih menunggu pesanan yang belum sampai.

Hingga Kamis (14/5), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jogyakarta yang masih menjalani perawatan berjumlah 15 orang. Pasien dalam pengawasan yang menjalani perawatan 27 orang dan orang dalam pemantauan 79 orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: