alexametrics

Doa Bersama di Santa Maria untuk Peringati Setahun Bom Surabaya

14 Mei 2019, 14:09:14 WIB

JawaPos.com – Suasana Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel Madya begitu hangat Senin malam (13/5). Ratusan umat Katolik dan lintas iman pun berkumpul. Mereka berdoa bersama memperingati setahun peristiwa iman bom bunuh diri di sejumlah gereja Surabaya pada 13 Mei 2018.

FX Ping Teja, ketua bidang kerasulan umum sekaligus koordinator kegiatan peringatan peristiwa iman 13 Mei 2018 Gereja Katolik SMTB, menyatakan bahwa peristiwa iman setahun silam memang membawa duka bagi banyak orang. Bukan hanya jemaat gereja SMTB, tetapi juga seluruh umat lintas agama di Indonesia. Bahkan seluruh dunia. Meski membawa duka, peristiwa itu tidak boleh dilupakan. ”Kami tidak menganggap pengeboman tahun lalu sebagai tragedi. Kami memaknainya sebagai peristiwa iman,” katanya.

Sejak itu, seluruh umat di Gereja SMTB selalu rutin mengirimkan doa kepada arwah-arwah korban meninggal. Mulai tiga harian, tujuh harian, hingga setahun Rencana peringatan setahun peristiwa iman itu pun dirancang sejak lama. ”Dari gereja, kami merayakan dan memperingatinya dengan doa bersama,” ujarnya.

Peringatan setahun peristiwa iman tersebut dimulai pukul 15.30 dengan launching buku di perpustakaan Gereja SMTB. Peluncuran buku berjudul Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan menjadi awal dari rangkaian acara peringatan setahun peristiwa iman. Buku yang mengingatkan kembali masyarakat terhadap tragedi bom Surabaya pada 13 Mei 2018.

Menjelang magrib, umat Katolik melanjutkan kegiatan doa rosario di Gereja SMTB. Kemudian, diadakan misa kudus untuk mendoakan para korban meninggal saat tragedi bom bunuh diri. ”Kami sengaja mengundang para tokoh lintas agama untuk ikut berdoa bersama,” jelasnya.

Menurut Ping, selama ini para tokoh lintas agama sangat men-support. Kejadian itu justru memperkuat toleransi antarumat beragama. ”Kami malah lebih meningkatkan iman dan toleransi dengan umat agama lain,” tuturnya.

Peringatan setahun peristiwa iman 13 Mei 2018 itu dihadiri sejumlah tokoh. Mulai perwakilan Polda Jatim, Pemprov Jatim, hingga Pemkot Surabaya. Selain itu, tampak keluarga korban dalam acara tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c14/ano



Close Ads