JawaPos Radar

Selamat dari Ledakan Bom di GKI Diponegoro karena Bangun Kesiangan

14/05/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Selamat dari Ledakan Bom di GKI Diponegoro karena Bangun Kesiangan
Mahasiswa jurusan Arsitektur di Universitas Kristen Petra, Axel Othniel, selamat dari ledakan bom di GKI Diponegoro gara-gara bangun kesiangan, Minggu (13/5). Kini, dia dan kawan-kawannya memutuskan tidak ke gereja sampai situasi benar-benar aman. (dok. Kaltim Post/Jawa Pos Grup)
Share this image

JawaPos.com – Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya yang terjadi Minggu (13/5) pagi menyisakan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya bagi keluarga korban, masyarakat di luar Surabaya pun turut khawatir apalagi jika ada anggota keluarga, sanak saudara, atau kerabat yang berada di Kota Pahlawan itu.

Namun, hidup-mati hanya Tuhan yang tahu dan menentukan. Axel Othniel misalnya, mungkin saja menjadi salah satu serangan aksi teroris di GKI Diponegoro.

Meski bukan jemaat tetap, mahasiswa asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengenyam pendidikan di Surabaya itu sering beribadah di sana. Tetapi dia selamat gara-gara bangun kesiangan.

"Saya (kemarin) sudah merencanakan bangun pagi untuk beribadah. Tapi kesiangan karena semalam tidur terlalu larut. Tak lama saya malah mendapat kabar peristiwa ini," katanya dikutip dari kepada Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Senin (14/5).

Dia mengatakan, kabar teror tersebut langsung membuat keluarga dan kerabat di Samarinda khawatir. Ponsel pintarnya tak henti berbunyi. Axel pun memberikan penjelasan satu demi satu.

Mahasiswa jurusan Arsitektur di Universitas Kristen Petra itu mengatakan, dirinya bukanlah jemaat tetap di gereja itu. Namun, dia cukup sering beribadah di sana karena merasa nyaman.

Axel bercerita, setiap kegiatan di sana selalu dijaga tim keamanan. Ada satpam dan polisi yang stand by saat prosesi ibadah.

"Setiap Minggu ada beberapa jadwal ibadah. Pada pagi hari dibagi dalam tiga waktu. Pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, dan 10.00 WIB. Sementara ibadah sore dimulai pukul 17.30 WIB," ucapnya.

Saat pagi, kata Axel, jemaat memang selalu ramai. Dia menjelaskan, letak GKI Diponegoro cukup strategis, berada di pusat kota. Bangunannya cukup dekat dari jalan dan tanpa pagar. Kontras dengan gereja kebanyakan yang memiliki pagar dan jarak bangunan ke badan jalan cukup jauh.

Biasanya, Axel pergi beribadah dengan kawan-kawannya. Namun, setelah kejadian ini, dia sementara memilih untuk tidak ke gereja sampai kondisi aman.

"Puji Tuhan, saya dan kawan baik-baik saja. Kami diminta untuk tidak beraktivitas di gereja sementara waktu," kata dia.

Mahasiswa semester enam itu kini semakin waspada setelah peristiwa teror itu. Sementara itu, mahasiswa asal Kaltim lainnya, Eka Herawati mengatakan, setelah kejadian tersebut kondisi Surabaya sedikit mencekam.

Puluhan petugas keamanan hilir-mudik mengamankan lokasi. Mahasiswa Universitas Surabaya itu pun memilih untuk berdiam di indekos.

"Banyak keluarga yang khawatir. Tapi saya jelaskan bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan. Saya pun memantau kondisi dari sumber terpercaya. Sebab, sejak pagi banyak kabar hoax bertebaran," ucap alumnus SMA 2 Samarinda itu.

Dia mengatakan, setelah kejadian tersebut tak ada keramaian lain di Kota Pahlawan. Padahal, kata Eka, kemarin rencananya diadakan Festival Rujak Uleg di pusat kota.

Perempuan berjilbab itu menyampaikan, padahal banyak agenda setiap akhir pekan selama Mei. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan HUT Kota Surabaya.

Mahasiswa asal Benua Etam, Vera Chandra Terrakota menuturkan, situasi di sana juga masih dalam penjagaan ketat aparat gabungan. Penjagaan ketat itu terkonsentrasi di area tempat terjadinya ledakan bom, yakni di Jalan Diponegoro, Jalan Arjuno, dan kawasan Manyar.

"Situasi saat ini (kemarin) di Surabaya memang masih tegang dan mencekam. Apalagi banyak informasi simpang siur tentang adanya bom susulan di beberapa titik keramaian," katanya.

(jpg/ce1/est/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 05:30 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 05:30 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up