JawaPos Radar

Sebelum Jadi Korban Ledakan Bom, Mayawati Sempat Titip Dodol

14/05/2018, 20:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Sebelum Jadi Korban Ledakan Bom, Mayawati Sempat Titip Dodol
Maria Hamdani saat berada di samping peti jenazah Mayawati salah satu korban bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebelum menghembuskan nafas, Mayawati, 82, salah seorang korban bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya, ternyata sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo selama kurang lebih 12 jam.

Dirinya mengalami luka serius di bagian rusuk dan paru-parunya. Bahkan, tangan dan kakinya juga patah akibat ledakan bom tersebut.

Maria Hamdani, 45, yang merupakan Keponakan Mayawati mengatakan, kondisi bibinya pada saat itu cukup memprihatinkan. "Dadanya remuk, rusuknya masuk ke paru-paru. Tangannya patah, kaki kanannya juga hampir putus," ujarnya ketika ditemui di Yayasan Gotong Royong, Kota Malang sembari menunggu jenazah Mayawati, Senin (14/5).

Dia menceritakan, sebelum berangkat ke gereja, Maria sempat berkomunikasi dengan Mayawati melalui pesan SMS. "Pada waktu itu jam 4 pagi sudah sms saya mau ke gereja. Pas ada kejadian itu saya SMS, gerejanya dibom lhoo. Tante di mana, sudah pulang belum, nggak ada jawaban," terangnya.

Dirinya juga sempat menelfon bibinya tersebut, namun ponsel bibinya tidak aktif. Pada saat itu dia juga sempat melihat video di lokasi kejadian yang tersebar melalui pesan WhatsApp (WA). "Broadcast video itu iseng saya buka, kok mirip (bibinya). Saya kaget. Lalu tanya ke kosnya jam 12 belum pulang," jelasnya.

Dia pun kemudian mencari bibinya di beberapa rumah sakit yang telah diinformasikan sebelumnya. Sekitar pukul 13.00, Maria akhirnya menemukan bibinya berada di RSUD Dr Soetomo. "Saat itu sudah dioperasi, sudah diusahakan semaksimal mungkin," terang anak ketiga dari dua bersaudara itu.

Namun, takdir berkata lain. Mayawati dinyatakan meninggal sekitar pukul 19.00. Maria mengatakan, selama ini Mayawati memang hidup seorang diri di sebuah rumah kos di Surabaya. Setiap Minggu nya, wanita asli Blitar itu rajin pergi ke gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

"Biasanya naik taksi, deket dari kosan," tuturnya.

Mayawati sendiri belum menikah hingga ajal menjemputnya. Sementara Maria juga jarang bertemu dengannya. "Terakhir ketemu lupa. Waktu itu sempat telpon tanggal 7 Mei," kata dia.

Maria sendiri mendapat pesan terakhir dari bibinya akan dititipi dodol. "Ya SMS itu, katanya titip beli dodol buat papi saya," terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan keluarga yang lain apakah jenazah Mayawati akan dikremasi atau langsung dimakamkan.

(fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 20:50 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 20:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up