JawaPos Radar | Iklan Jitu

Masuk Musim Kemarau, Petani di Bojonegoro Mulai Tanam Bawang Merah

14 Mei 2018, 13:10:05 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Masuk Musim Kemarau, Petani di Bojonegoro Mulai Tanam Bawang Merah
Ilustrasi: Para petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Bojonegoro terlihat melakukan mengolah lahan untuk ditanami Bawang Merah. (M Fikri Zulfikar/Radar Kediri/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Desa Deling, Kecamatan Sekar, selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil bawang merah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Memasuki musim kemarau para petani di daerah setempat mulai menanam tanaman yang menjadi salah satu bumbu dapur tersebut.

Tanah yang subur menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Desa Deling. Sektor pertanian di desa ini cukup menggeliat. Tidak hanya mengandalkan tanaman kacang dan jagung saja. Warga setempat juga menanam bawang merah.

Kondisi tanah di wilayah setempat berwarna coklat kehitaman, sehingga sangat cocok untuk ditanami bawang merah. Ditambah sumber air yang cukup ikut memfasilitasi petani saat menanam di musim kemarau.

Berdasarkan pantauan dilapangan, banyak para petani tengah gotong-royong menanam bawang merah. Tangan-tangan mereka terlihat terampil menancapkan bawang ke tanah yang sudah diolah sedemikian rupa.

Petani bawang di daerah setempat umumnya adalah para ibu-ibu. Sedangkan petani pria memiliki peran untuk mengolah lahan yang akan ditanami. Terik matahari yang begitu menyengat pun tak mereka hiraukan.

Bagi mereka menanam bawang dengan jumlah yang banyak adalah menjadi kebanggan tersendiri. "Kami (perempuan) sudah biasa bekerja di bawah panas matahari," kata salah satu petani bawang merah, Jumilah, di lahan sawah miliknya, Senin (14/5).

Jumilah mengatakan, saat ini dirinya menanam bawang sebanyak 1,5 kuintal atau 150 kilogram. Dengan modal Rp 5 juta lebih, bahkan jumlah modal itu pun bisa bertambah dikala masa perawatan tiba.

"Biasanya yang membuat mahal adalah pestisidanya. Jika hama sudah menyerang maka pemberian pestisida harus rutin dan itu membutuhkan biaya yang cukup banyak," terang perempuan dua anak tersebut.

Sementara itu, petani lainya, Jakimen menyampaikan, bawang merupakan tanam unggulan petani di Desa Deling. Karena, hasil yang diperoleh ketika panen sangat menguntungkan dari pada tanaman lain, seperti jagung, padi, kacang tanah, cabai, dan lainnya.

"Kalau jagung, meskipun jumlahnya berton-ton tetapi hasilnya tak seberapa. Namun, kalau menanam bawang merah, hasilnya lebih banyak dari tanaman lain," tutup Jakimen.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up