JawaPos Radar

Imbas Bom Surabaya, Pengamanan Bandara SAMS Diperketat

14/05/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Imbas Bom Surabaya, Pengamanan Bandara SAMS Diperketat
Tiga gereja di Surabaya jadi sasaran aksi terorisme, Minggu (13/5) pagi. Sedikitnya 38 korban luka-luka, dan 8 orang meninggal dunia. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah objek vital dan rumah ibadah semakin dijaga ketat imbas bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi. Salah satunya adalah Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Kalimantan Timur.

Pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Grup), secara umum aktivitas mulai area kedatangan maupun pemberangkatan masih tetap normal dan kondusif.

General Manager PT AP I Balikpapan Handy Heryuditiawan mengatakan, pasca ledakan bom Surabaya, pengamanan di bandara ditingkatkan sesuai surat edaran Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nomor 108/SP/KJSH/V/2018.

Dalam surat tersebut diinstruksikan agar seluruh pemangku kepentingan penerbangan memperketat pengamanan di semua bandar udara dan fasilitas penerbangan di seluruh Indonesia. Hal itu mengingat bandara dan fasilitas penerbangan merupakan objek vital nasional.

Selain itu, fasilitas penerbangan lain seperti radar dan menara kontrol dipastikan tidak luput dari penjagaan. Standar keselamatan dan keamanan yang diberikan pihaknya pun selalu dilakukan dengan maksimal.

Terlebih jelang Ramadan dan Lebaran nanti, pengetatan pengecekan selalu dilakukan sesuai aturan keselamatan dan keamanan. Ini berlaku baik untuk orang maupun barang yang akan menuju bandara dan diangkut pesawat terbang.

Semua yang mencurigakan, baik orang maupun barang, harus segera dilokalisasi di luar bandara. Dia juga memastikan fasilitas keamanan baik X-ray maupun CCTV beroperasi dengan baik.

Dia menegaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan secara terbuka tapi juga tertutup. Setiap shift Aviation Security (Avsec) berjumlah 150 personel, dan didukung oleh unsur TNI AU maupun kepolisian.

Koordinasi dan kerja sama internal sering dilakukan. Pemeriksaan dilakukan mulai pintu masuk bandara dengan melakukan random check kendaraan. Kurang lebih 10 personel berjaga setiap harinya.

Penjagaan dilakukan mulai gedung parkir, dari area pos timur, pos barat, hingga pos kargo. Kemudian, dilanjutkan dengan penjagaan di check-in area, area kedatangan, maupun lobi keberangkatan.

"Rekan-rekan dari TNI maupun polisi rutin melakukan patroli. Mungkin yang tampak 4–5 orang saja (yang berjaga) namun kami punya beberapa spot yang juga dilakukan penjagaan secara bergantian," tutur Handy dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Senin (14/5).

"Kami senantiasa berusaha memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung dan penumpang. Kami mohon maaf bila mana hal tersebut membuat kurang nyaman. Namun, demikian keamanan merupakan kewajiban kita semua," lanjutnya.

Di area parkir terlihat seorang penjaga TNI dan tiga orang lainnya berjaga di sekitar area pintu keluar dekat taman. Kondisi masih berjalan normal seperti biasa.

"Kami masih terus berkoordinasi, perlu tidaknya penambahan kekuatan untuk pengamanan. Tapi sementara ini masih aman dan terkendali, jadi masih belum ada penambahan," ujar Komandan Pangkalan Udara Balikpapan Kolonel Pnb Muhammad Mujib.

"Meski begitu, kewaspadaan tentu kami tingkat dan kami tengah mempelajari kondisi sembari menunggu perkembangan lebih lanjut," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 05:50 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 05:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up