JawaPos Radar

FKUB Aceh Kutuk Teror Bom di Surabaya

14/05/2018, 16:38 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bom Surabaya
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh menyikapi ledakan bom di Surabaya dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (14/5). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh mengutuk keras teror bom di tiga gereja di Surabaya. Insiden tersebut menimbulkan puluhan korban. Baik korban tewas maupun korban luka.

Pengurus FKUB Aceh Suardi Saidi menyatakan, pihaknya sangat prihatian dengan peristiwa ledakan bom di Surabaya. Ini merupakan kejahatan yang sangat luar biasa.

"Kami semua mengutuk tindakan itu. Ini luar biasa kejahatannya. Karena Islam tidak mengajarkan itu," tegas Suardi dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (14/5).

Suardi menegaskan, sejatinya Islam tidak mengajarkan teror yang menimbulkan ketakutan. Sebab Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian. "Islam itu mengajarkan kedamaian," jelas Suardi yang berasal dari ormas Muhammadiyah itu.

Sementara it, Pumuka Agama Katolik Baron F. Pandiangan mengajak seluruh umat Katolik untuk mendoakan keluarga korban ledakan bom di Surabaya. Pihaknya juga menyatakan perihatin dengan kejadian itu. "Pemerintah harus ambil bagian dan turun tangan dalam hal ini," serunya.

Baron menilai, bom yang terjadi di Surabaya tidak akan berdampak jauh kepada masyarakat Aceh. Pelaku teror bom tidak berkaitan sama sekali dengan agama manapun. "Untuk Aceh tidak ada ketakukan. Ini tindakan oknum tidak tertentu. Tidak ada bekaitan dengan agama," jelasnya.

Selama ini, umat Katolik yang tinggal di Aceh hidup berdamping dengan umat agama lain secara harmonis dan rukun. Apalagi umat Katolik sangat terbuka dengan kearifan lokal dan siap berdampingan dengan siapa saja. "Peristiwa di Surabaya tidak akan terjadi Aceh. Masyarakat Aceh sangat menghargai kebaragaman," ucap Baron.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua FKUB Aceh A. Hamid Sarong. Ia meminta dan mengajak masyarakat khususnya di Aceh, untuk mengambil hikmah dari kejadian di Surabya.

"Kami mau masyarakat Aceh mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian itu. Sehingga bisa mawas diri, menjaga diri, memahami agama secara baik," pesan Hamid.

(mal/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 16:38 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 16:38 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up