JawaPos Radar

Jual Kakatua di Facebook, Pria Asal Malang Diringkus

14/04/2018, 12:01 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Satwa Langka
DILINDUNGI: Burung liar, langka dan dilindungi yang dijual secara ilegal oleh KY. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Penjualan satwa langka dilindungi marak di media sosial khususnya Facebook. Seperti halnya dilakukan KY. Pria 25 tahun asal Pakis, Kabupaten Malang itu harus dengan Polisi Hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Malang.

Polisi Hutan BKSDA Resort Malang Imam Pujiono menjelaskan, KY menjajakan kakak tua jambul kuning, kakaktua oranye dan nuri bayan melalui akun Facebook. Ketiga hewan itu merupakan satwa liar, langka dan dilindungi.

"Jadi dijual di Facebook milik pelaku. Petugas sudah mengetahui sejak tiga hari lalu. Kemudian kami mencari cara untuk menangkap. BKSDA juga melibatkan Profauna untuk membantu kami," kata Imam kepada JawaPos.com, Sabtu (14/4).

Petugas BKSDA bersama Profauna menggunakan cara menyaru sebagai pembeli untuk menjebak pelaku. Setelah mereka melakukan komunikasi dengan nomor KY yang terpampang di postingan Facebook, kemudian kedua belah pihak janjian untuk bertemu. Pembelian dilakukan dengan cash on delivery alias COD.

Pertemuan antara pelaku dengan petugas akhirnya dilakukan jalan sekitar Pakis, Jumat (13/4) malam. Setelah ditangkap, tersangka diserahkan ke Polres Malang untuk kemudian diproses lebih lanjut. "Ada yang berpura-pura sebagai pembeli. Sementara kami yang menangkap ada di belakang, membuntuti," terang Imam.

Imam menjelaskan, dari postingan di Facebook terdapat 15 ekor satwa yang ditempatkan di keranjang buah. Namun saat diamankan, hanya ada tiga ekor satwa di keranjang buah tersebut dalam kondisi direbahkan.

"Padahal baru beberapa hari, dari lima belas hanya tinggal tiga. Kemana lainnya, masih dalam lidik. Mungkin juga ada peran oknum. Namun masih belum dipastikan," duga Imam.

Berdasarkan keterangan pelaku, KY baru beberapa bulan berjualan satwa-satwa dilindungi. Dia mengaku mendapatkan barang dari rekannya. "Jawabannya terkesan berbelit. Masih didalami petugas dari Polres Malang," tegasnya.

Saat ini, tiga ekor burung itu diamankan di Kantor Resort BKSDA untuk dirawat. Sebab di Polres Malang tidak ada kandang dan makanan. "Jadi kami rawat di resort. Kasihan, sepertinya mereka lapar," tandas Imam.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up