JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polres Batu Dalami Ponpes Kasembon yang Diduga Sebarkan Fatwa Kiamat

14 Maret 2019, 15:30:08 WIB
Polres Batu Dalami Ponpes Kasembon yang Diduga Sebarkan Fatwa Kiamat
Polres Batu saat berkunjung ke Ponpes Miftakul Falakim Mubta'dziin yang berada di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (14/3). (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Jajaran Polres Batu mengunjungi Pondok Pesantren (ponpes) Miftakul Falakim Mubta'dziin yang berada di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (14/3). Mereka ingin melihat secara langsung dan memastikan kondisi pasca adanya eksodus warga Ponorogo yang percaya isu kiamat ke ponpes tersebut.

"Kami mencoba mendalami, melihat langsung lokasi ponpes ini dan menurut cerita agak miris. Tapi kan kalau kami lihat ya masih layak sebagai pesantren," ujar Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto.

Budi menyampaikan, ponpes itu juga menyiapkan bahan makanan pokok bagi santri yang tidak mampu dan tidak membawa bekal. Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman di dalam pondok untuk menggali informasi lebih jauh.

"Tim masih mengambil keterangan, beberapa saksi menceritakan. Kami juga langsung wawancara terhadap warga Ponorogo, Demak, Lampung, Blitar, Kediri, Banyuwangi dalam video singkat," katanya.

"Intinya mereka juga merasa tidak terpaksa melaksanakan ibadah di sini. Tergerak hati nurani untuk mendalami ajaran Islam yang lebih khusyuk," lanjut perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.

Ke depannya, Polres Batu akan bekerja sama dengan MUI, Kemenag Pemkab Malang, termasuk dengan Polres Ponorogo.

Budi mengungkapkan, Pengasuh Ponpes Muhammad Romli telah mengklarifikasi soal penyampaian fatwa kiamat sudah dekat. Romli hanya menyampaikan ciri-ciri datangnya hari kiamat, bukan kiamat sudah dekat. Salah satu ciri-cirinya yakni meteor.

Sementara itu, terkait penyebar isu fatwa kiamat sudah dekat, Budi mengaku masih melakukan pendalaman. "Nanti masih akan kami tindak lanjuti, termasuk ada informasi terkait penyebar ini masih kami dalami sendiri dari kepolisian polres Batu," kata dia.

"Sudah teridentifikasi tapi masih kami dalami. Apakah yang bersangkutan pernah sebagai jamaah santri atau hanya baru mendengar (tentang ponpes)," tutupnya.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Fiska Tanjung

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini