alexametrics

Persiapan Mudik 2019, Pengamat Sarankan Tambah Rest Area

14 Maret 2019, 12:13:22 WIB

JawaPos.com – Musim mudik dan arus balik Lebaran 2019 akan berlangsung kurang dari tiga bulan. Pemerintah maupun masyarakat perlu menyiapkan berbagai hal agar mudik lancar dan aman. Utamanya, memperbaiki catatan hasil evaluasi perjalanan mudik dan arus balik di jalur tol tahun lalu.

Data dari PT Jasa Marga (Maret 2019), sejumlah ruas jalur tol perlu diwaspadai dalam perjalanan mudik dan arus balik. Seperti km 365-km 375 Tol Batang-Semarang, km 475-km 485 Tol Semarang-Solo, km 715-km 725 Tol Surabaya-Mojokerto, serta km 795-km 805 Tol Gempol-Pandaan. Potensi kecelakaan lalu lintas juga mengancam pengguna jalan tol jika tidak berhati-hati dalam berkendara.

Pengamat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Joko Setijowarno mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, kepadatan lalu lintas terjadi di titik gerbang tol. Hal itu disebabkan karena pembangunan tol belum selesai saat mudik.

Akan tetapi, tahun ini ia memprediksi kepadatan justru terjadi di dalam tol terutama di dekat rest area. Menurutnya rest area yang disediakan di sepanjang jalan tol sudah tidak mampu menampung pengendara yang hendak beristirahat.

“Pengendara jalur tol saat mudik perjalanan juah, sedikitnya butuh perjalanan 2 hingga 3 jam perjalanan untuk beristirahat. Sehingga dengan jumlah pemudik yang tinggi, sementara jumlah rest area masih sedikit. Ini memicu kemacetan di pintu masuk rest area,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).

Atas dasar itu, menurutnya penambahan rest area menjadi penting dan diperlukan. Akan tetapi, penambahan rest area tidak perlu memanfaatkan lokasi di sepanjang tol, karena hal tersebut kurang efektif. Sebab, kepadatan di rest area hanya pada saat musim mudik saja.

“Sebaiknya ada penambahan rest area di luar tol. Pemda bisa menyiapkan dengan bekerja sama dengan operator jalan tol. Tinggal dibuatkan rambu petunjuk tentang keberadaan rest area di luar tol.

Upaya tersebut menurut Joko menjadi peluang bagi para pebisnis lokal yang mulai terpuruk akibat dampak pembangunan jalan tol. Katanya, hal itu perlu dipikirkan oleh pemerintah pusat, operator, maupun pemerintah daerah.

Selain itu, perlu ada pemasangan rumble strip sebelum memasuki rest area dengan jarak 1,5 km. Rumble striping itu berguna mengingatkan pengguna jalan Tol agar mengurangi laju kendaraannya.

Joko mengatakan, kemacetan lalu lintas saat mudik tahun ini pun diprediksi masih terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek. Hal itu akibat dari belum selesainya pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek.

“Tol layang Jakarta-Cikampek belum dapat digunakan. Sekalipun fungsional, tidak perlu dipaksakan beroperasi. Pertimbangannya keselamatan harus diperhitungkan,” katanya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Wildan Ibnu Walid


Close Ads
Persiapan Mudik 2019, Pengamat Sarankan Tambah Rest Area