alexametrics

Masih Dibahas, Tarif MRT Diharapkan Tak Bebani APBD dan Penumpang

14 Maret 2019, 11:47:14 WIB

JawaPos.com – Tarif komersial Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta belum bisa diumumkan. Sebab, masih dalam pembahasan di Komisi B dan C DPRD DKI Jakarta.

Kalangan dewan pun menargetkan pekan ini besaran tarif MRT sudah bisa diumumkan. Begitu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

“Saya kira minggu ini harusnya beres. Karena harus dikaji betul,” kata Taufik seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Group), Kamis (14/3).

Masih Dibahas, Tarif MRT Diharapkan Tak Bebani APBD dan Penumpang
Uji coba publik kereta MRT Ratangga (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Taufik mengatakan untuk membahas Public Service Obligation menyangkut dua hal. Yakni beban masyarakat dan APBD. Jangan sampai keduanya terbebani dengan tarif yang akan ditentukan. 

“Jangan sampai APBD nggak kuat, masyarakat terbebani cost yang besar,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, salah satu alasan tarif MRT masih belum final karena Dishub DKI baru menyerahkan hasil rapat sebelumnya pada Selasa (12/3) malam. Sehingga DPRD DKI Jakarta memerlukan waktu untuk membahas.

“Bagaimana memutuskan tarif kalau bahannya kami belum dapat? Karena ini menyangkut soal subsidi pada publiknya berapa dan beban APBD berapa,” terang Taufik.

Sebelumnya, Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Jakarta Rp 8.500 – Rp 10.500 per 10 kilometer. Besaran tarif ini sudah termasuk subsidi pemerintah yang berdasarkan nilai keekonomian MRT sebesar Rp 31.659 per penumpang sekali perjalanan.

Editor : Erna Martiyanti



Close Ads
Masih Dibahas, Tarif MRT Diharapkan Tak Bebani APBD dan Penumpang