JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Tersangka Pencabulan Anak Kandung, Caleg PKS Kabur ke Jabar

14 Maret 2019, 17:00:33 WIB
Jadi Tersangka Pencabulan Anak Kandung, Caleg PKS Kabur ke Jabar
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Oknum Caleg asal PKS di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya jadi tersangka. Oknum berinisial AH tersebut dilaporkan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap akan kandungnya sendiri. 

Selain itu, AH yang kabur melarikan diri juga ditetakan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Ya. Sudah ada alat bukti permulaan yang cukup. Hal ini juga ditambah dengan surat hasil visum. Sehingga kasus dimasukkan ke tahap penyidikan. AH Ditetapkan tersangka dan juga DPO," kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso saat dihubungi wartawan, Kamis (14/3).

Iman mengatakan, dari hasil penyelidikan, pelaku terlacak tengah berada di kawasan Jawa Barat. Pihaknya mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Polres setempat untuk memburu keberadaan pelaku.

"Kan (awal) kabarnya di Jakarta. Sekarang dari lidik, diketahui di Jawa Barat. Kami koordinasi dengan Polres yang ada di Jawa Barat. Sedang pengejaran," katanya.

Selain itu, Kapolres mengatakan, pihaknya juga telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Mulai dari korban, ibu korban, nenek, dan dua orang bidan yang berasal dari pihak rumah sakit. Psikolog juga dilibatkan untuk pemeriksaan terhadap korban.

Sebelumnya, seorang oknum Caleg asal PKS di Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan ke polisi. Caleg berinisial "AH" dilaporkan keluarga sendiri. Dia diduga mencabuli anak kandungnya. Bahkan, sudah berlangsung 14 tahun lamanya.

Laporan tersebut masuk ke pihak kepolisian tanggal 7 Maret 2019. Informasinya, korban yang diketahui berinisial CA, 17, baru melaporkan perilaku bejat ayahnya setelah bercerita kepada neneknya.

Lantas karena marah, nenek korban pun melaporkan perbuatan AH ke Mapolres Pasaman Barat. Sayangnya, terlapor melarikan diri dan tidak lagi berada di Pasaman Barat.

Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar belum mau berkomentar banyak. Pasalnya, kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Apalagi, caleg terlapor juga melarikan diri.

"Saya sedang di luar kota. Belum dapat rinciannya (kasusnya) seperti apa," kata Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/3).

Irsyad mengatakan, dalam hukum Islam, tuduhan perbuatan zina (cabul dan sebagainya) mesti disaksikan oleh empat orang saksi. Para saksi tersebut betul-betul menyaksikan seperti pedang masuk ke dalam sarungnya. Atau, pelaku sendiri yang mengakui perbuatannya.

"Tapi, secara bernegara, prosesnya tentu sepenuhnya di tangani pihak kepolisian. Kami (PKS) sebagai partai Islam memandangnya demikian," kata Irsyad. 

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : Riki Chandra

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini