alexametrics

Disinyalir Ada Tindak Pidana, Laporan Terhadap Mbak Ita Jalan Terus

Berproses di Gakkumdu
14 Maret 2019, 15:50:16 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menyerahkan laporan dugaan kampanye yang dilakukan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu ke Sentra Gakkumdu. Pasalnya, disinyalir ada unsur tindak pidana di sini.

“Hari ini kita jadwalkan pembahasan dengan Gakkumdu, bersama kepolisian dan kejaksaan,” kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Kampanye, Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini saat dihubungi, Kamis (14/3).

Rapat dengan Gakkumdu ini dilakukan masih dalam kapasitasnya menentukan apakah pelaporan terhadap Wakil Wali Kota Semarang ini memenuhi syarat formil materil. Sesuai PerBawaslu no. 7 tahun 2018 tentang penanganan pelanggaran temuan pemilu, batasan waktunya adalah tujuh hari sejak laporan masuk.

“Untuk itu harus segera kita koordinasikan untuk pembahasan pertama. Sesuai Perbawaslu No. 31 itu bersama kepolisian dan kejaksaan. Karena diduga dan disinyalir itu tindak pidana. Maka kompetensinya, atau pihak yang terkait harus dibahas dengan Gakkumdu,” katanya lagi.

“Hari ini, kalau kepolisian dan kejaksaan itu hadir. Karena harus satu kesatuan untuk memutuskan itu. Harus ada berita acaranya, tanda tangannya, pandangan dari tiga institusi itu (bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan),” tambahnya. Setelah itu semua terpenuhi, proses baru bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya, semisal pemeriksaan dan lain sebagainya.

Diberitakan sebelumnya, Senin (11/3) Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Jateng melaporkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu atau Mbak Ita karena diduga melakukan kampanye dan menguntungkan salah satu paslon pilpres. Tepatnya saat acara silaturahmi bersama Ketua RW se-kecamatan Semarang Utara, di Aula Kecamatan Semarang Utara, Kamis (7/3) lalu.

Mbak Ita diseret ke Bawaslu lantaran, menurut Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Jateng, telah mengkampanyekan Jokowi. Serta dugaannya, memberikan iming-iming agar mau memilih petahana. Selain itu, Politisi PDIP itu disebut menggunakan fasilitas negara, dalam hal ini adalah aula Kecamatan Semarang Utara untuk berkampanye.

Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Jateng menilai, Mbak Ita telah melangkahi Pasal 282 UU No. 7 Tahun 2017, Pasal 283 UU No. 7 Tahun 2017 Ayat 1 dan Ayat 2. Kemudian Pasal 306 ayat 2 serta Pasal 547 UU Pemilu.

Mbak Ita sendiri sudah memberikan komentarnya terkait hal ini. Meski mengaku belum melihat laporan secara seksama, katanya, apa yang dia lakukan saat itu selaku pejabat negara hanyalah sebatas mensosialisasikan program pemerintah sebagaimana memang diizinkan oleh Kemendagri dan KPU.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Disinyalir Ada Tindak Pidana, Laporan Terhadap Mbak Ita Jalan Terus