JawaPos Radar

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Tidak Jelas

14/03/2018, 19:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
TPA
ILUSTRASI Aktivitas pemulung dan pekerja sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Muara Fajar, di Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau (Defizal/Riau Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTsa) yang akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempa masih belum ada kepastian. Pasalnya, sampai saat ini kontrak kerja sama terkait pembelian listrik atau power purchase agreement (PPA) belum juga turun.

Hal ini berdampak pada kepastian pembangunan PLTSa. Mengingat, Pemkot Solo sebelumnya menargetkan pembangunan atau peletakan batu pertama sudah bisa dilakukan bulan Februari lalu. 

"Kami masih menunggu PPA nya, begitu PPA turun kami langsung lakukan peletakan batu pertama," ungkap Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (14/3).

Sebagai alternatifnya, Pemkot akhirnya memperpanjang persiapan untuk pembangunan PLTSa hingga tiga bulan ke depan. Dari sebelumnya yakni tanggal 3 maret menjadi 9 Juni 2018 mendatang. Meski begitu, untuk persiapan lainnya tetap bisa dikerjakan meskipun PPA belum bisa turun. Seperti pengerasan jalan dan juga persiapan lainnya.

Hal ini dilakukan, saat nantinya PPA turun tinggal melakukan ground breaking. Rudy menambahkan, untuk mempercepat pembangunan PLTSa, dirinya juga kembali menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan.

Pada kesempatan tersebut, Rudy kembali memohon agar PPA disegerakan. Sehingga proyek bisa dimulai dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan Maret ini sudah bisa selesai," ucapnya. 

Persiapan terkait perizinan proyek PLTSa sendiri sudah rampung. Mulai dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) dan juga perizinan lainnya.

Sementara itu, Dirut PT Solo Citra Metro Plasma Power, Elan Syuherlan, mengatakan meskipun PPA belum turun tetap ada progres. "Meskipun sedikit demi sedikit tetap ada progres. Jadi persiapan tidak berhenti," katanya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up