JawaPos Radar

PBNU-FIHRRST Bekali Mahasiswa dan Santri soal Pendidikan HAM

14/03/2018, 21:32 WIB | Editor: Imam Solehudin
PBNU
Ilustrasi Nahdlatul Ulama. PBNU belum lama ini memberikan pendidikan HAM bagi para mahasiswa dan santri senior. Itu dilakukan agar nilai-nilai HAM dapat diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen penuh dalam mendukung implementasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam segala aspek kehidupan.

Senin lalu (12/3) misalnya, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PB NU) dan Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), menggelar pelatihan HAM bagi para mahasiswa dan santri senior.

Ketua Lapkesdam PBNU, Rumadi Ahmad mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan dalam rangka pengarusutamaan kultur HAM.

“Sangat membantu memperluas pemahaman para mahasiswa dan santri senior atas HAM dan akan memperluas wilayah toleransi bagi orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan berbeda dari para santri,” ungkap Rumadi di Jakarta, Rabu (14/3).

Dia mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, Jombang, Jawa Timur.

Pelatihan HAM tersebut mengambil tema “Halaqah Islam Ramah HAM: Islam Wa Al-Huquq Al-Insaniyyah Perspektif Hukum dan Aswaja”.

Dijelaskan Rumadi, HAM adalah hak yang dimiliki manusia sejak lahir, berlaku seumur hidup dan bersifat kodrati sebagai pemberian Tuhan Yang Maha Pencipta.

Undang Undang Dasar 1945, khususnya Undang-Undang Nomor 39/1999 tentang HAM, telah secara jelas menguraikan hak-hak asasi manusia yang dijamin dan dilindungi oleh negara.

"Untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya hak asasi manusia di tengah masyarakat, idealnya dapat dimulai dengan pendidikan HAM untuk setiap kalangan," jelasnya.

Para santri terlihat antusias berdiskusi mengenai sejarah dan filosofi dasar HAM.

Pendiri FIHRRST Makarim Wibisono mengatakan, kesediaan beberapa perguruan tinggi Islam dan pesantren di Jombang mengirimkan para mahasiswa santri senior untuk mengikuti pelaksanaan pelatihan HAM, menjadi bukti bahwa nilai-nilai HAM dan toleransi yang disebarkan oleh Gus Dur yang lahir di Jombang, telah tertanam dengan kuat di masyarakat Jombang.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang, Istibsjaroh sangat mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan Islam ramah HAM.

Dia berpendapat masih banyak masyarakat yang belum mengerti masalah HAM secara mendetail.

"Kegiatan ini sangat diperlukan untuk memberikan wawasan yang luas tentang HAM untuk mahasiswa dan santri, karena itu perlu diadakan secara reguler," pungkasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up