JawaPos Radar

Dunia Serasa Kiamat, Bapak Hancurkan Masa Depan Anak Saya

14/03/2018, 21:46 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Dunia Serasa Kiamat, Bapak Hancurkan Masa Depan Anak Saya
MS, 25, digiring polisi menuju tahanan usai ditangkap. (Kurnia Mahardika/JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com — Seorang bapak tega mencabuli anak tirinya selama empat bulan. Kini, tersangka berinsial MS, 25, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus tersebut dilaporkan ibu korban inisial NW, 35, yang tak lain istri tersangka.

Peristiwa tersebut terungkap berawal pada Minggu (11/3). Saat itu NW melihat anaknya AN, 12, berjalan sedikit berbeda dari biasanya. Melihat hal tersebut NW kemudian mengajak anaknya ke dokter. Berdasarkan pemeriksaan dokter diketahui anaknya terinfeksi herpes akibat dari berhubungan intim.

Kaget luar biasa dirasakan NW saat mendengar keterangan dokter tersebut. "Setelah dokter bilang gitu, serasa mau pingsan, apalagi setelah tau pelakunya bapak tirinya, saya terpukul sekali, serasa mau kiamat dunia ini, dia bisa segitu teganya menghancurkan masa depan anak saya," ungkapnya geram di Polsek Sukoharjo, Rabu (14/3).

Tak terima dengan perbuatan suaminya tersebut, NW bersama Kepala Pekon Adiluwih Kabupaten Pringsewu melaporkan suaminya ke Polsek Sukoharjo pada Senin (12/3).

Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin mengatakan, setelah mendapat laporan langsung melakukan pengembangan perkara dan penangkapan. “MS kami tangkap Senin (11/3) pukul 20:00 setelah petugas menerima laporan ibu korban,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti pakian yang digunakan tersangka dan korban saat kejadian.

Wahidin mengatakan, perbuatan cabul tersebut sudah dilakukan hampir empat bulan. Yakni, Desember 2017 sampai Maret 2018. Hal tersebut kemungkinan yang menyebabkan AN terinfeksi penyakit herpes.

"Jadi pada saat ibunya tidak ada, korban dicabuli ayah tirinya. Korban diancam agar tidak melaporkan kepada siapun. Akibat kejadian tersebut korban saat ini depresi dan takut jika melihat laki-laki," jelas Wahidin.

Untuk pemulihan psikis korban, Polsek Sukoharjo akan bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadau Perempuan dan Anak (P2TPA).

Pelaku kini dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun.

(Mhd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up