alexametrics

Kota Banjarmasin Masih Status Tanggap Darurat Air Pasang

14 Februari 2021, 07:01:48 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Banjarmasin masih menetapkan status tanggap darurat air pasang. Saat ini, air pasang masih tinggi hingga membuat sungai meluap yang menimbulkan genangan yang berpotensi membuat banjir susulan di Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan itu.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Budian Noor seperti dilansir dari Antara mengatakan, pemukiman di pesisir sungai merasakan adanya kenaikan air di lingkungan mereka jika malam tiba. Sebab, mengalami pasang tinggi.

”Seperti di wilayah Kelurahan Surgi Mufti dan Sungai Jingah di Banjarmasin Utara. Bila air pasang, lingkungan di sana ada banjir. Memang tidak terlalu dalam, antara 5 sampai 10 sentimeter,” tutur Budian Noor.

Demikian juga, di wilayah Banjarmasin Timur yang sebelumnya mengalami banjir cukup parah sejak pertengahan Januari, genangan masih belum kering. Sebab, air pasang masuk ke sungai-sungai di daerah itu.

”Seperti di daerah Sungai Lulut dan sebagian di Simpang Limau Ujung,” tutur Budian Noor.

Karena itu, lanjut dia, Pemkot Banjarmasin masih menetapkan status tanggap darurat banjir dan air pasang. Perpanjang status itu selain karena masih terjadi genangan akibat banjir besar di sebagian wilayah Banjarmasin Timur dan Utara, pertimbangan lain karena curah hujan masih tinggi saat ini.

”Kita melihat juga pertimbangan lain dari data BMKG di Banjarmasin masih berpotensi hujan dan status waspada,” kata Budian Noor.

Dia menyampaikan, kondisi banjir sejak 14 Januari hingga ditetapkan status tanggap darurat banjir dan air pasang sehari sesudahnya, memang sudah mereda signifikan. Tidak ada lagi rumah yang terendam atau tidak bisa didiami. Wilayah pemukiman yang masih ada genangan kondisinya tidak parah lagi, kendaraan bermotor sudah bisa beraktivitas di wilayah itu.

”Karena status tanggap darurat banjir dan air pasang diperpanjang lagi, bantuan bagi masyarakat yang masih terdampak itu tetap disalurkan pemerintah kota, seperti sembako dan lainnya. Saat ini fokus pemerintah kota adalah rehabilitasi akibat banjir, karena ada beberapa infrastruktur yang rusak,” ucap Budian Noor.

Musibah banjir besar terjadi di Kota Banjarmasin sejak 14 Januari hingga awal Februari. Sekitar 100 ribu lebih warga di Kecamatan Banjarmasin Timur, Selatan, dan Utara terdampak banjir tersebut. Puluhan ribu warga harus mengungsi ke tempat aman.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads