alexametrics

Tarif Bagasi Mahal, Toko Oleh-oleh Alami Penurunan Omzet 40 Persen

14 Februari 2019, 16:55:51 WIB

JawaPos.com – Diberlakukannya tarif bagasi sudah mulai berdampak pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah( (UMKM). Penurunan omzet pun telah terjadi, seperti yang dialami toko oleh-oleh khas Pekanbaru Cik Puan di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Toko yang lokasinya tak begitu jauh dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II ini, mengalami penurunan omzet yang cukup tajam. Itu terjadi, semenjak diberlakukannya tarif bagasi. “Kami sebagai UMKM yang menjual oleh-oleh jadi rugi. Omzet kami bahkan turun hingga empat puluh persen,” ungkap Rini yang menjaga toko tersebut, Kamis (14/2).

Ia mengaku, penurunan omzet terjadi dalam periode bulan Januari dan Februari di tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, penurunan omzet tidak pernah yang separah saat ini.

Tarif Bagasi Mahal, Toko Oleh-oleh Alami Penurunan Omzet 40 Persen
Gerai oleh-oleh Cik Puan yang menjual jajanan khas Melayu yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau. (Virda Elisya/JawaPos.com)

Bahkan, mereka juga mengalami sepi pembeli. Biasanya, para pendatang akan membeli oleh-oleh seperti makanan khas dengan ukuran kardus, kini hanya eceran saja.

“Alasan mereka semua ya karena bagasi berbayar. Karena nanti beli oleh-olehnya hanya sekian, ternyata bayar bagasinya lebih mahal. Itu makanya minat masyarakat untuk membeli oleh-oleh sedikit,” ucapnya.

Rini berharap, agar kebijakan ini bisa ditinjau ulang. Jika memang harus diberlakukan bagasi berbayar, hendaknya tidak terlalu mahal.

“Kalau saja bayar bagasinya tidak mahal, anggaplah Rp 7 ribu atau Rp 8 ribu perkilonya itu masih masuk akal dan bisa diterima. Tapi liatlah sekarang ini, harganya mahal, tentu orang tak mau. Udahlah tiket mahal, tambah lagi bagasi harus berbayar,” kesalnya.

Sementara itu, secara terpisah Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait mengatakan, selama 2019 yakni dari Januari hingga 10 Februari 2019, 948 penerbangan dibatalkan. Baik itu untuk kedatangan, maupun keberangkatan dari dan ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru.

Hal ini tak lain adalah imbas dari mahalnya harga tiket dan juga tarif bagasi pesawat yang sudah diberlakukan. “Dari 948 penerbangan yang dibatalkan itu, 730 terjadi di bulan Januari dan 218 penerbangan terjadi di bulan Februari dari tanggal 1-10 Februari 2019,” bebernya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya

Copy Editor :

Tarif Bagasi Mahal, Toko Oleh-oleh Alami Penurunan Omzet 40 Persen