JawaPos Radar | Iklan Jitu

Prabowo Tak Dilarang Salat Jumat, Ketua Masjid Kauman Ungkap Faktanya

14 Februari 2019, 15:15:55 WIB
Prabowo Tak Dilarang Salat Jumat, Ketua Masjid Kauman Ungkap Faktanya
Suasana Masjid Kauman Semarang yang sudah bersih dari pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo, Kamis siang (14/2). (Tunggul Kumoro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman KH Hanief Ismail angkat bicara soal pers release-nya yang ramai diperbincangkan. Tulisan tersebut dikaitkan dengan pelarangan salat Jumat bagi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto karena rawan dipolitisasi.

Hanief lantas mengungkap fakta yang sebenarnya. Pihaknya sama sekali tidak pernah melarang Prabowo untuk menunaikan salat Jumat di Kauman.

"Dua hari lalu ada pengurus Gerindra datang ke masjid ketemu salah seorang pengurus. Menyampaikan bahwa Pak Prabowo akan salat Jumat. Pengurus lalu menyampaikan kepada kami. Siapa pun yang mau salat, monggo. Kami tidak menolak orang Islam salat di masjid," jelas Hanief, Kamis (14/2).

Yang jadi permasalahan dan membuat keberatan adalah kemunculan pamflet di area masjid. Pamflet itu berisi ajakan untuk menghadiri salat bersama Prabowo.

"Dengan adanya pamflet, terkesan dipolitisasi," ungkapnya.

Dia menegaskan, menjadi keliru apabila persoalan pamflet itu ditafsirkan sebagai penolakan terhadap Prabowo di Masjid Kauman. Masjid Kauman hanya ingin setiap umat Islam yang salat, menunaikannya dengan ikhlas. Tanpa kepentingan apa pun.

"Kalimatnya (dalam pamflet), hadirilah salat jumat bersama Bapak Prabowo. Ini ada unsur apa? Karena setiap salat Jumat itu ya kewajiban, tanpa ada pengumuman. Kalau ada pengumuman seperti itu menjadi teguran untuk kami dari masyarakat," tambahnya.

Masjid Kauman kemudian mengontak Bawaslu Jateng. Intinya, pihak masjid ingin berkonsultasi soal penyebaran pamflet.

"Setelah konsultasi, memang kampanye di masjid tidak dibenarkan. Jadi andaikan datang salat Jumat sendirian ke Kauman, seperti Pak Sudirman (saat Pilgub Jateng, Red), kami terima. Pak Wali Kota (Semarang) kami terima. Karena datangnya tidak membawa massa. Karena tidak membawa kampanye," tegasnya.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com Kamis siang (14/2), area Masjid Kauman sudah bersih. Pamflet berisi ajakan salat Jumat itu sudah dicopot.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Tunggul Kumoro
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up