JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pemkot Malang Ajak Penyandang Disabilitas Susun RKPD

14 Februari 2019, 18:38:40 WIB
Pemkot Malang Ajak Penyandang Disabilitas Susun RKPD
Musrenbang disabilitas yang digelar Pemkot Malang di Savana Hotel and Conventions Malang. (Humas Pemkot Malang for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas di Kota Malang masih belum merata. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya sebagian penyandang disabilitas yang hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, bahkan miskin.

Saat ini, sebanyak 674 jiwa atau sebesar 0,075 persen dari jumlah penduduk Kota Malang merupakan penyandang disabilitas. Mereka hidup dengan kondisi memprihatinkan. Salah satunya disebabkan karena masih adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas.

Melihat hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berusaha untuk merangkul kalangan tersebut. Salah satunya dengan menggelar Musrenbang Disabilitas bekerjasama dengan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, melalui kegiatan musrenbang disabilitas, berbagai upaya strategis untuk menggugah kembali kepedulian masyarakat diharapkan dapat terlaksana.

"Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjaring aspirasi dari penyandang disabilitas, yang dapat dijadikan sebagai masukan-masukan atau usulan dalam rangka penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Kota Malang," ujarnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memastikan akses dan pembangunan bisa bermanfaat bagi para penyandang disabilitas. "Manfaat pembangunan dapat dibagi dengan adil dan dinikmati secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk di dalamnya para penyandang disabilitas," terangnya.

Sofyan Edi menerangkan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Antara lain mewujudkan penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan setara. Lalu menjamin upaya penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak sebagai martabat yang melekat pada diri penyandang disabilitas. Selain itu juga untuk mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, mandiri, serta bermartabat. "Serta melindungi penyandang disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia," tutupnya.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Fiska Tanjung

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up