alexametrics

Ketua Champion Bawang Merah: Petani Brebes Nggak Cengeng

14 Februari 2019, 17:47:23 WIB

JawaPos.com – Kabupaten Brebes dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah di Indonesia. Brebes memberikan andil hingga 30 persen dari total produksi nasional yang mencapai 1,4 juta ton lebih.

Petani Brebes sangat terkenal ulet dan sangat ‘minded’ dengan bawang merah. Keuletan dan ketangguhan petani Brebes telah diakui banyak pihak. Dalam kondisi apa pun, mereka tetap menanam bawang merah sebagai penopang ekonomi rumah tangganya. Boleh dibilang, bawang merah telah mandarah daging sebagai komoditas andalan petani Brebes.

Terkait pemberitaan seorang petani bernama Subhan yang sampai menangis karena mengeluhkan harga bawang merah, Ketua Champion Bawang Merah Indonesia, H Juwari menyatakan tidak sependapat.

“Subhan itu memang petani, saya tahu sendiri dia petani tulen. Dia juga menanam bawang walaupun tidak banyak. Menurut saya beda dengan yang disampaikan Subhan. Petani bawang merah Brebes itu tangguh dan tidak cengeng. Yang penting lagi, jangan dipolitisasi,” tegas Juwari.

Menurut Juwari, kalaupun harga sekarang tertekan, itu hanya akan berlangsung sebentar saja. Yang perlu dilakukan adalah mendorong pedagang besar untuk membeli hasil petani, kemudian disimpan untuk dikeluarkan pada Maret-April nanti.

“Petani juga bisa pergunakan gudang penyimpanan bawang, keluarkan sedikit-sedikit,” saran Juwari.

Dia mengatakan bahwa kerja sama dengan industri pengolahan juga perlu ditingkatkan. “Saya juga mohon Bulog dan Kemendag dapat membantu menyerap bawang merah petani dan menyimpannya di CAS (controlled atmosphere storage),” katanya.

“Semua pihak harus bergerak sama-sama,” pungkas Juwari.

Sementara Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Ikhwan mengatakan, luas panen pada Januari–Februari di Kabupaten Brebes mencapai 9 ribu hektare. Diakuinya, luas panen yang begitu besar turut menekan harga di tingkat petani.

“Beberapa daerah panen bareng di bulan Februari. Jadi wajar jika harga tertekan”, ujarnya.

Meski sempat tertekan, harga di tingkat petani Brebes saat ini berangsur naik dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu. Sementara harga di Pasar Induk Kramat Jati Rp 13 ribu per kilogram.

“Kami yakin harga akan terus membaik karena trennya sudah kelihatan beberapa hari terakhir. Ke depan, kami ingin sosialisasi lebih gencar terkait penggunaan TSS untuk efisiensi biaya produksi,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Ketua Champion Bawang Merah: Petani Brebes Nggak Cengeng